More

    Mahasiswa UMY Ajari Anak Jalanan Berfikir Kritis

    Muhammad Abdul Qadar, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

    Mahasiswa UNY bersama anak jalanan di depan Rumah Singgah. Dok.
    Mahasiswa UNY bersama anak jalanan di depan Rumah Singgah. Dok.

    YOGYAKARTA, KabarKampus – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menggelar kegiatan pelatihan jurnalistik kepada anak-anak di Rumah Singgah Anak Mandiri di daerah Umbulharjo, Yogyakarta. Pelatihan untuk anak-anak jalanan ini digelar bertepatan pada hari Kebebasan Pers Sedunia pada 03 Mei 2014 lalu.

    Kegiatan ini meliputi pengenalan dunia jurnalistik dan orang-orang yang bekerja di dalamnya seperti reporter, editor, layouter, dan lainnya. Tak hanya teori, kegiatan ini juga membuat simulasi kerja di dapur redaksi.

    - Advertisement -

    Menurut, Ihsan Ketua Pelaksana kegiatan, pelatihan  ini dikemas dengan sistem pembagian kelompok atau tim. Dari pembagian kelompok itu terbentuklah sebuah dapur redaksi mini. Dari kelompok itu mereka saling berkerjasama dan menentukan job desk masing – masing.

    “Kami bentuk 3 tim dari 18 anak ini, kemudian mereka membagi tugasnya dan mempublish hasil dari tim ke sebuah mini mading, kita buat simulasi seperti itu untuk memudahkan mereka juga”, ungkap Ihsan.

    Kegiatan pelatihan tersebut tidak hanya sebatas penjelasan-penjelasan materi saja, namun juga pembuatan kolase yang terbagi menjadi lima tema. Tema tersebut meliputi kekerasan, olahraga, dan bencana alam.  Dari ketiga tema tersebut kemudian dibuat serangkaian opini, lalu disusun dan ditempelkan pada sebuah karton.

    “Hal ini interaktif sekali ya, sangat membantu anak – anak, apalagi dengan simulasi simulasi seperti ini, ini menunjang kreatifitas juga mengolah daya kritis mereka,” tutur Yanti, selaku pembina dan pengurus dari Rumah Singgah Anak Mandiri ini.

    Menurut Yanti, hal menarik dari tulisan-tulisan tersebut terdapat sebuah kalimat-kalimat kritis mereka terhadap fenomena-fenomena yang terjadi di Indonesia. Seperti pada opini pada tema olahraga, anak-anak mengkritisi kinerja PSSI (Persatuan Sepakbola Indonesia) yang dilihatnya kurang  begitu cermat dalam mengurusi permasalahan sepakbola di Indonesia.

    Sementara itu, menurut Yanti, pada tema bencana alam, terdapat tulisan yang mengkritisi Pemerintah yang dinilai lamban dalam menangani musibah bencana alam di Kelud.

    Alif salah satu pembina kegiatan, mengharapkan dengan adannya kegiatan pelatihan jurnalistik ini, anak-anak akan berfikir kritis.Selain itu anak-anak jalanan ini juga diharapkan menjadi pribadi yang baik.

    “Kegiatan pelatihan jurnalistik yang kami berikan ini diharapkan memiliki manfaat kedepannya bagi mereka, misalnya dalam hal berfikir, berperilaku, dengan masyarakat, dan nantinnya tulisan-tulisan yang telah mereka buat akan kami jadikan sebuah buku,” jelasnya.[]

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here