More

    Rektorat Unitel Sesalkan Aksi Anarkis Mahasiswa

    Ahmad Fauzan Sazli

     

     Mahasiswa Unitel mengerumuni M. Yahya Arwiyah, Wakil Rektor IV di depan Gedung Learning Center Unitel Bandung, (08/05/2014). Foto. Sekpim Unitel
    Mahasiswa Unitel mengerumuni M. Yahya Arwiyah, Wakil Rektor IV di depan Gedung Learning Center Unitel Bandung, (08/05/2014). Foto. Sekpim Unitel

    BANDUNG, KabarKampus – Rektorat Universitas Telkom (Unitel) menyesalkan aksi anarkis dalam unjuk rasa yang dilakukan Alians Mahasiswa Unitel di depan gedung Learning center pada Kamis lalu, (08/05/2014). Aksi yang dianggap anarkis tersebut antara lain, mencoret-coret pintu masuk kaca menuju lantai 1 dan melemparkan tabung bekas cat semprot ke kaca Gedung LC yang notabene adalah fasilitas milik civitas akademika Universitas Telkom.

    - Advertisement -

    Dr. M. Yahya Arwiyah SH, MH, Bidang Kemahasiswaan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat Unitel mengatakan, aksi demo mahasiswa merupakan salah satu bentuk menyampaikan aspirasi dan pendapat. Mereka tidak ingin menghalangi setiap civitas akademik di lingkungan Unitel untuk menyampaikan pendapat sepanjang itu dilakukan secara santun dan tidak melanggar aturan, kepatutan serta kewajaran.

    “Oleh karena itu kami menyesalkan aksi sebagian mahasiswa yang digelar pada hari Kamis 8 Mei 2014 di depan Gedung Learning Center yang cenderung anarkis,” katanya.

    Menurutnya, tindakan anarkis ini antara lain dilakukan dengan mencoret-coret pintu masuk kaca menuju lantai 1. Pada aksi itu juga ada mahasiswa yang melemparkan tabung bekas cat semprot ke kaca Gedung LC yang notabene adalah fasilitas milik sivitas akademika Telkom University.

    Selanjutnya, ia menambahkan, upaya anarkis juga diperlihatkan sebagian mahasiswa yang mengurung dirinya yang hendak masuk kembali ke dalam Gedung LC, usai memberikan penjelasan di depan mahasiswa pengunjuk rasa. Sehingga atas tindakan ini, ia perlu dilindungi pihak sekuriti kampus untuk dapat keluar dari kepungan pengunjuk rasa.

    Tak hanya itu, menurut Yahya, mereka juga menyaksikan sebagian besar mahasiswa yang hadir, melontarkan kata-kata atau makian dengan kalimat atau pemilihan kata yang kasar dan kotor.

    “Tindakan ini sungguh tidak terpuji dan jauh dari sikap intelektual seorang mahasiswa,” ungkapnya.

    Aksi mahasiswa dari Aliansi Mahasiswa Unitel sendiri diikuti oleh sekitar 250 mahasiswa. Dalam aksi tersebut mahasiswa menolak intervensi rektorat terhadap kegiatan organisasi mahasiswa di kampus.[]

     

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here