Ahmad Fauzan Sazli

JAKARTA, KabarKampus – Sekelompok anak muda yang tergabung dalam Public Virtue Institute meluncurkan laman Meteranpolitik.org. Laman ini salah satunya merupakan tempat berbagi informasi mengenai Capres dan Cawapres dalam Pilpres 2014.
Menurut John Muhammad, Aktivis Public Virtue Institut, keberadaan situs ini akan membantu publik berbagi penilaian persepsi politik yang diyakininya – secara terbuka dan bertanggungjawab. Semangat berbagi informasi yang berkembang selama Pilpres saat ini, sebaiknya diarahkan pada penguatan penilaian pada kandidat Presiden dan Wakil Presiden.
“Dengan demikian, publik dan kandidat dapat mengetahui kelemahan dan kelebihan mereka secara terukur,” kata John dalam peluncuran laman Meteranpolitik.org di Jakarta, Selasa, (03/06/2014).
Melalui laman meteranpolitik ini, John mengharapkan, warga digital (netizen) terus mengawal demokrasi mulai dari Pilpres, terpilihnya Presiden hingga selama kabinet terbentuk dan berjalan.
Meteranpolitik.org sendiri bekerja dengan sistem penilaian gabungan dengan skala 1-4. Publik diminta untuk menilai kandidat berdasarkan pilihan. Pilihan-pilihan itu yakni Bukan Pilihan (bernilai 1), Dapat Dipertimbangkan (bernilai 2), Dapat Diandalkan (bernilai 3) dan Layak Dipilih (bernilai 4).
Rata-rata dari semua penilaian itu akan menjadi Nilai Persepsi terhadap kandidat. Sementara, Nilai Elektabilitas hanya didapat dari rata-rata jumlah kategori pilihan “Layak Dipilih” yang bernilai 4.
Sementara itu, dalam pilpres ini, hak untuk menggunakan Nilai Elektabilitas hanya satu kali, meski demikian dapat dipindahkan. Artinya, pengguna tidak dapat memberi nilai elektabilitasnya pada lebih dari satu kandidat, tetapi bisa mengganti pilihannya.
Andaru Pramudito, anggota tim pengembang dari PVI menambahkan, karena keanggotaannya berbasis media sosial Facebook, para pengguna bisa mendapatkan informasi tingkat kesamaan profil kandidat dengan dirinya.
“Terkadang, para pemilih tidak mempedulikan elektabilitas atau persepsi. Mereka lebih memilih berdasarkan tingkat kesamaan profil, misalnya: kesamaan latar belakang pendidikan, pekerjaan dan lainnya,”, tambah Andaru.
Menurut Andaru, meteranpolitik.org juga didukung dengan tes psikologi yang dapat mengukur preferensi politik pengguna. Hal ini dapat digunakan melalui fitur Ukur Sikap Politikmu. Saat ini, mereka tengah mengembangkan tes berdasarkan visi-misi kandidat.
Sementara itu, untuk membangun persepsi yang mendalam, meteranpolitik.org juga dilengkapi dengan penilaian panelis. Penilaian ini dibutuhkan untuk mengedukasi pengguna mengenai informasi kandidat berdasarkan pengalaman yang dikuasai panelis. Ulasan panelis dapat menjadi pertimbangan pengguna untuk menentukan pilihannya.
Sampai saat ini, panelis meteranpolitik.org diperkuat oleh Haris Azhar (aktivis HAM), Raka Ibrahim (aktivis PAMFLET), Khalisah Khalid (aktivis lingkungan), Elisa Sutanudjaja (urbanis) dan Olin Monteiro (aktivis perempuan). Meski demikian, para pengguna dapat mengabaikan penilaian panelis dengan mengatur bobot penilaian yang mereka inginkan. Saat ini, PVI masih menunggu ulasan dari aktivis anti-korupsi, aktivis buruh dan lainnya.[]






