More

    Mahasiswa UBH Rintis Sekolah PAUD

    A. Fauzan

     

    Mahasiswa UBH merintis sekolah PAUD di lokasi KKN. Dok. UBH
    Mahasiswa UBH merintis sekolah PAUD di lokasi KKN. Dok. UBH

    SUMBAR, KabarKampus – Mahasiswa Universitas Bung Hatta (UBH) Padang punya segudang agenda untuk merealisasikan kegiatan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) mereka. Salah satunya adalah merintis sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Jorong Sungai Nibuang, Nagari Tiku Selatan, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam

    - Advertisement -

    PAUD ini dirintis oleh tujuh orang mahasiswa yakni Denni Hamzah (Ilmu Ekonomi Pembangunan), Febri Mai Yulis Sandra (Teknik Kimia), Reni Natria Sari (Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan), Makdinil Inami (Akuntansi), Yudio Putra Utama (PTIK), Lisnawati (Pendidikan Matematika) dan Meris Fauzi (Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia). PAUD yang mereka buat didasari minimnya sarana pembelajaran PAUD di lokasi KKN.

    Febri Mai Yulis Sandra mengatakan, mereka membuat sekolah ini atas permintaan masyarakat agar mahasiswa mendirikan PAUD. Sekolah ini dibuat dengan tujuan mengenalkan anak-anak membaca dan menulis agar mereka tidak mengalami kesulitan saat memasuki jenjang sekolah dasar..
    “Di PAUD ini anak-anak yang berusia 4 hingga 7 tahun dilatih menulis dan kita juga memberikan pengasuhan pembimbingan yang memungkinkan anak usia dini terebut untuk tumbuh dan berkembang, sesuai dengan potensinya. Sebelum membentuk PAUD ini kita juga telah melakukan survei terlebih dahulu, malah disini banyak anak SD juga yang belum pandai mambaca dan menulis,” ujarnya,

    Mahasiswa jurusan Teknik Kimia ini juga menambahkan, mereka memberikan pelajaran sesuai level umur dan tingkat sekolahnya, yakni untuk anak yang sudah sekolah dan belum sekolah. Fokus yang mereka buat yakni belajar berhitung, menulis dan mengenalkan angka serta huruf sebari bermain dan bernyanyi.

    Sekolah PAUD ini mulai dibuka pada 15 juli 2014 lalu. Hingga saat ini anak-anak yang mengikuti PADU ada lebih dari 20 anak. Sementara tempat belajarnya berlangsung di Mushala Nurul Yaqin Jorong Sungai Nibuang.

    “Awalnya mulanya yang ikut hanya 13 anak, kemudian bertambah menjadi 20 orang hingga mencapai 30 anak,”  jelas Febri.

    Febri berharap, dengan adanya kegiatan ini semoga anak-anak yang mereka bimbing bisa menjadi lebih baik lagi  dan semua anak-anak bisa senang serta bersemangat dalam belajar dan mengembangkan potensi mereka masing-masing.[]

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here