More

    Sakit Punggung? Jangan Asal Terapi!

    Ilustrasi / www.wisegeekhealth.com
    Ilustrasi / www.wisegeekhealth.com

    Kasus meninggalnya Allya Nadya (33) usai menjalani terapi metode chiropractic dalam beberapa waktu terakhir ramai diperbincangkan. Ketika itu Allya ingin menjalani terapi untuk menghilangkan rasa nyeri di punggung sebelah kiri, namun bukannya sembuh, ia malah meninggail dunia usai terapi.

    dr. Tedjo Rukmoyo, Sp. OTSpine(K)., Dokter bedah ortopedi dan tulang belakang Fakultas Kedokteran (FK) UGM mengatakan, terapi chiropractic tidak termasuk dalam ilmu kedokteran, tetapi merupakan pengobatan tradisional. Keahlian chiropractic bisa diperoleh melalui kursus-kursus atau sekolah chiropractic.

    Terapi ini banyak dilakukan di Amerika Serikat. Namun demikian, pelaksanaannya telah diatur oleh pemerintah. Selain itu, dilakukan di bawah naungan bagian orthopedi rumah sakit.

    - Advertisement -

    “Di Indonesia belum ada regulasi yang mengatur parktik ini. Sementara banyak tumbuh menjamur klinik-klinik yang menjalankan chiropractic memberikan terapi keluhan tulang belakang,” kata Tedjo yang juga praktik di RSUP Dr. Sardjito, RS Panti Rapih, dan RS Bethesda ini.

    Oleh karena itu Tedjo mengingatkan, agar penanganan gangguan tulang belakang tidak bisa dilakukan sembarangan. Sebelum melakukan penanganan pada tulang belakang, pasien sebaiknya melakukan konsultasi terlebih dahulu kepada dokter yang memiliki kompetensi, yaitu dokter bedah ortopedi.

    “Sebaiknya dikonsultasikan ke dokter dulu untuk mencari penyebab sakitnya,” jelasnya.

    Ia menuturkan, penyebab sakit dapat diketahui melalui pemeriksaan fisik dan penunjang seperti rontgen, MRI, CTScan, dan laboratorium. Hasil pemeriksaan tersebut menjadi penentu tindakan medis berikutnya.

    “Setelah diperoleh diagnosis terkait hasil pemeriksaan tersebut, dokter dapat menentukan langkah pengobatan selanjutnya. Apakah butuh fisioterapi atau penanganan lainnya seperti chiropractic,” terang Tedjo.

    Tedjo menegaskan, penanganan keluhan tulang belakang tidak bisa dilakukan secara serta-merta tanpa rekomendasi dokter ahli. Karena, kesalahan penanganan keluhan pada pasien dapat menyebabkan kelumpuhan bahkan kematian. Seperti pada kasus Allya Nadya Siska yang menjalani chiropractic.

    “Yang terjadi mungkin terapis tidak mengetahui riwayat penyakit pasien dan terapi yang dilakukan tidak tepat,” katanya.[]

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here