More

    BEM SE-Bandung Dampingi Korban Penggusuran Stasiun Barat

    BEM se Bandung menggelar konsolidasi bersama warga Stasiun Barat, Bandung, Kamis, (11/08/2016). Foto : Fauzan
    BEM se Bandung menggelar konsolidasi bersama warga Stasiun Barat, Bandung, Kamis, (11/08/2016). Foto : Fauzan

    BANDUNG, KabarKampus – Sejumlah kampus yang tergabung dalam BEM se-Bandung mendampingi korban penggusuran di Stasiun Barat, Bandung pada hari Kamis, (11/08/2016). Guna mempersiapkan pendampingan, para perwakilan BEM ini menggelar konsolidasi di tanah yang digusur bersama sejumlah warga.

    Indra Samiadji, Menteri Pengabdian Masyarakat, Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) mengatakan, BEM Unjani bersama BEM se-Bandung saat ini ingin mengkaji kelegalan surat penggusuran yang dilakukan oleh PTKAI di daerah Stasiun Barat Bandung. Pada saat penggusuran PTKAI justru memberikan surat tanah dengan alamat Cicendo, padahal rumah yang digusur alamatnya Andir, Stasiun Barat,

    “Jadi kami akan membela warga lebih kepada soal hak mereka,” kata Indra, mahasiswa Teknik Sipil angkatan 2014 Unjani.

    - Advertisement -

    Indra menuturkan, saat ini yang bisa mereka lakukan adalah memberikan pakaian dan sembako kepada warga. Karena menurut informasi hal itulah yang saat ini warga butuhkan.

    “Kami ingin membantu warga sampai tuntas,” ungkap Indra.

    Sementara itu  Lutfi Iqbal, Menko Sospol BEM ITB mengatakan, dari informasi yang mereka dapatkan, penggusuran yang dilakukan PTKI dilakukan tanpa pemberitahuan. Mereka tiba-tiba datang membawa Deco dan menghancurkan rumah warga. Padahal seharusnya PTKAI menggunakan tahapan-tahapan sebelum digusur.

    “Apalagi tanah yang digusur masih jadi tanah sengketa. PTKAI belum bisa memberikan bukti tanah yang digusur adalah tanah mereka,” ungkap Lutfi yang kuliah di jurusan Planologi ITB ini.

    BEM KM ITB, kata Lutfi merasa ada yang tidak benar dengan penggusuran ini. Oleh karena itu, mereka bersama BEM se-Bandung akan menyusun langkah untuk mendampingi warga.

    “Tapi untuk saat ini kami memberikan trauma healing kepada anak-anak, menurut informasi anak-anak mengalami trauma karena penggusuran kemarin,” ungkap Lutfi.

    Penggusuran rumah warga yang berlokasi di belakang Stasiun Kereta API Bandung berlangsung pada tanggal 26 Juli 2016. Area ini memiliki luas 160 meter dan diisi oleh 63 Kepala Keluarga. Saat ini warga tinggal di tenda pengungsian yang dibangun di sebelah tanah yang digusur.[]

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here