More

    Jam Tangan Buatan Mahasiswa UB Mampu Deteksi Depresi

    Desain Arloji REACT. Gambar : UB

    Apakah kamu pernah mengalami depresi? Atau kamu tidak menyadari kalau kamu mengalami depresi.

    Nampaknya kamu haru mencoba jam tangan yang satu ini. Karena mampu mendeteksi depresi.

    Jam tangan ini dikembangkan oleh Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karsa Cipta Universitas Brawajaya. Mereka terdiri dari Adam Lukman Chaubah (FMIPA), Frido Wahyu A. (FT), dan Ayu Biakhlaqir Rossa (FMIPA) dengan dosen pembimbing   Drs. Sofy Permana., M.Sc., D.Sc.

    - Advertisement -

    Penelitian mereka berhasil mendapat pendanaan dalam ajang Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tahun 2018 yang diselenggarkan oleh Ristekdikti. Mereka menamakan penelitian mereka dengan REACT (Depression Watch).

    REACT adalah sebuah arloji pintar pendeteksi depresi berbasis denyut nadi. Alat ini mampu mendeteksi depresi berdasarkan denyut nadi pengguna dan mampu membantu terapi depresi dengan gelombang alfa.

    Tim REACT beralasan, mereka memilih bentuk arloji sebagai media dalam menurunkan tingkat depresi. Hal itu karena kebanyakan orang mengklaim bahwa arloji merupakan benda yang dapat meningkatkan kepercayaan diri pemakai dan praktis.

    REACT adalah suatu alat pendeteksi dan terapi depresi. Deteksi depresi dilakukan dengan memanfaatkan ukuran denyut nadi.

    Penyampaian hasil proses akan ditampilkan pada suatu layar pada arloji ini. Layar ini tidak hanya dapat menunjukkkan tingkat depresi penggunannya. Namun, layar ini juga sama seperti arloji lain yaitu untuk menampilkan waktu dan arloji ini mampu memberikan saran aktivitas yang perlu dilakukan untuk menangani depresi ini.

    Pendeteksian denyut nadi dilakukan setiap empat jam sekali untuk hasil yang lebih akurat. Apabila arloji ini mendeteksi seseorang sedang mengalami depresi maka arloji ini akan mengirimkan pesan elektronik melalui bluetoooth ke arah earphone di telinga.

    Earphone ini  akan mengemisikan gelombang dengan frekuensi 8-12 Hz sesuai dengan gelombang otak alfa yang dalam kondisi tenang. Gelombang ini akan mendorong suasana otak yang sedang didominasi oleh gelombang beta otak yaitu 12-30 Hz menjadi gelombang alfa.

    Pengubahan jenis gelombang otak ini mampu mendorong perbedaan jalur fisiologis. Ketika otak didominasi oleh gelombang alfa maka otak secara efektif menghasilkan serotonin dan noradrenalin untuk mengatur depresi.[UB]

     

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here