More

    Bermimpi Tinggal di Australia di Tahun Baru? Ini Caranya

    ABC AUSTRALIA


    Jika salah satu keinginan anda di tahun yang baru adalah bisa tinggal dan bekerja di Australia, berikut sejumlah cara yang bisa dicoba.

    1. Studi di Australia

    Banyak pelajar internasional, terutama yang mengeluarkan biaya sendiri, ingin tinggal di Australia untuk mendapatkan pengalaman kerja atau hidup menetap setelah lulus.

    - Advertisement -

    Ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi jika anda ingin mendapatkan ‘Permanent Residency’ (PR) lewat ‘Skilled Independent Visa’, selain harus setidaknya pernah studi di Australia selama dua tahun.

    Persyaratan usia yang harus dipenuhi adalah diantara 18 hingga 49 tahun, memiliki nilai IELTS minimum 6 atau setara, dan memastikan bidang keahlian anda masuk dalam daftar pekerjaan yang dibutuhkan di Australia, atau ‘Skilled Occupation List’.

    Jika anda ingin mengambil PR lewat sistem poin, maka usia 25-32 tahun akan mendapatkan 30 poin. Tapi jika anda berusia antara 45 hingga 49 tahun, tidak akan mendapatkan poin tambahan.

    Setelah lulus biasanya anda akan mendapatkan visa jenis ‘Temporary Graduate Visa’ selama 18 bulan dan sebaiknya dimanfaatkan untuk bekerja sesuai bidang studi selama setahun dan memperbaiki Bahasa Inggris. Jika Anda memiliki nilai IELTS 7 atau 8 maka akan mendapat 10 hingga 20 poin tambahan.

    Mulai November 2019 lalu, anda yang studi di luar Sydney, Melbourne, dan Brisbane akan mendapat tambahan lima poin, ini bisa jadi pertimbangan anda dalam memilih sekolah jika kemudian ingin mengajukan PR di Australia.

    2. Incarlah kota-kota kecil

    Akhir November lalu, Pemerintah Australia mengeluarkan aturan visa baru regional lewat jenis visa 491 atau visa 494 yang disponsori oleh perusahaan atau pemilik usaha.

    Berdasarkan situs resmi Departemen Dalam Negeri Australia, visa ini ditujukan bagi mereka yang ingin tinggal dan bekerja di kawasan regional Australia, yakni di luar kota Sydney, Melbourne, dan Brisbane, dengan masa waktu lima tahun.

    Tapi visa regional ini bisa menjadi jembatan untuk mendapatkan status PR, setelah minimal tiga tahun tinggal di kawasan regional.

    Ada setidaknya 650 jenis pekerjaan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk mendapatkan visa regional di Australia.

    3. Kerja sambil berlibur

    Anda yang berusia 18 hingga 30 tahun bisa mencoba program bekerja sambil berlibur, atau ‘Working Holiday Visa’ (WHV). Lihat persyaratannya di situs berikut.

    Pada bulan April 2019 lalu, Pemerintah Australia telah mengumumkan akan meningkatkan kuota tahunan WHV di tahun 2019-2020 menjadi 2.500 orang.

    Kemudian setiap tahunnya akan ditambah lagi sebanyak 500 visa, sehingga mencapai 5.000 orang di tahun keuangan 2024-205.

    Banyak diantara peserta WHV asal Indonesia mengaku ingin tinggal lebih lama di Australia dengan mengikuti program visa tahun kedua, dengan syarat harus bekerja tiga bulan di sektor pekerjaan atau kawasan tertentu.

    Kepada ABC Indonesia, sejumlah peserta WHV mengaku mendapat bayaran cukup tinggi, setidaknya AU$ 25, atau lebih dari Rp 240 ribu per jam, bahkan pernah ada yang menabung lebih dari AU$ 3.000, atau hampir Rp 30 juta sebulan.

    4. Kesempatan jadi PR di Australia Utara

    Awal tahun 2019, pemerintah Australia telah membuka 36 pekerjaan baru bagi warga asing yang ingin bekerja di Kawasan Australia Utara, dengan ibu kota Darwin.

    Mereka dengan kemampuan berbahasa Inggris yang terbatas juga bisa mengajukan permohonan menjadi penduduk tetap di Australia, asalkan bekerja di bidang yang ditentukan selama tiga tahun di Kawasan Australia Utara.

    Ada 117 bidang pekerjaan yang dibuka mulai dari akuntan hingga pengasuh anak, bahkan juru masak dan desainer situs internet.

    Seorang warga Indonesia, Dina Indrasafitri, sebelumnya tinggal di Melbourne, memutuskan pindah ke Kawasan Australia Utara.

    Kepada ABC Indonesia ia pernah mengatakan merasa senang karena ada biaya insentif tambahan yang diberikan Pemerintah Kawasan Australia Utara bagi mereka yang ingin pindah ke sana.

    Mereka yang bekerja di bidang-bidang yang dibutuhkan akan mendapat AU$ 3.000, atau hampir Rp 30 juta selama lima tahun ke depan.

    Pemerintah Kawasan Australia Utara juga memberikan bantuan hingga AU$ 1.250, atau lebih dari Rp 12 juta dalam dua tahun pertama, yang bisa digunakan untuk biaya relokasi dari negara bagian lain.

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here