More
    Home UTAMA PERISTIWA KM ITB Minta Rektorat Terbuka Soal Biaya Kuliah Seleksi Mandiri

    KM ITB Minta Rektorat Terbuka Soal Biaya Kuliah Seleksi Mandiri

    Ilustrasi ITB. Foto : ITB

    BANDUNG, KabarKampus – Setelah delapan tahun meniadakan Seleksi Mandiri, sejak 2018 lalu Institut Teknologi Bandung (ITB) Kembali membuka jalur Seleksi Mandiri. Kuotanya adalah sebesar 30 persen dari kuota SBMPTN dan SNMPTN.

    Di balik dibukanya penerimaan mahasiswa baru melalui jalur mandiri, ada protes dari Keluarga Mahasiswa ITB. Salah satunya adalah soal transparansi Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa yang masuk lewat jalur mandiri.

    Menurut KM ITB, UKT mahasiswa jalur mandiri besarnya dua kali lipat dari jalur reguler. Namun informasi mengenai kebijakan UKT tersebut selalu berubah-ubah. Bahkan informasi informasi mengenai subsidi biaya kuliah tidak ada.

    Hal ini menurut mereka, menimbulkan potensi kesalahan informasi bagi para calon mahasiswa. Sehingga dapat menutup kesempatan bagi calon-calon mahasiswa untuk mendaftarkan diri di ITB melalui jalur Seleksi Mandiri.

    Padahal Prof Arief Hariyanto, Direktur Pendidikan ITB seperti yang dikuti KM ITB dari Koran Tempo menyebutkan, bagi calon mahasiswa yang lolos Seleksi Mandiri ITB, akan dikenai UKT maksimal 25 Juta Rupiah. Namun bagi pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP) UKT bisa nol”.

    “Ironisnya, laman resmi penerimaan mahasiswa baru ITB malah tidak mencantumkan informasi-informasi penting di atas sehingga anggapan bahwa jalur Seleksi Mandiri ITB benar-benar memerlukan biaya yang besar akan dapat muncul dan menyebar ke seluruh calon mahasiswa,” kata Nada Zharfania Zuhaira, Ketua KM ITB 2020/2021 dalam kajian dan penyataan sikapnya yang ditulis 22 Febuari 2021.

    Menurut Nada, dengan tidak dicantumkannya infromasi mengenai ketentuan KIP, akan menimbulkan paradigma Seleksi Mandiri ITB tidak menerima pengajuan KIP Kuliah maupun bantuan keringanan lainnya. Sementara inforasmi yang disampaikan hanya menampilkan Iuran Pengembangan Institusi dan UKT golongan tertinggi saja.

    “Oleh karena itu, penulis memohon pihak rektorat ITB untuk menyampaikan seluruh informasi seputar biaya pendidikan sebagaimana adanya pada laman resmi tersebut,” ungkapnya.

    Selain menyoal tranparansi biaya uang kuliah mahasiswa jalur Mandiri, KM ITB juga mempersoalkan jalur SM ITB yang diberikan hak untuk memilih program studi secara langsung. Sementara mahasiswa yang memilih jalur SBMPTN dan SNMPTN hanya diperbolehkan memilih fakultas atau sekolah.[]

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here