More

    Narasi Hamas (6): Pencapaian Paling Menonjol dari Banjir Al-Aqsa

    Narasi Hamas terkait “Banjir Al-Aqsa: Dua Tahun Keteguhan dan Semangat untuk Pembebasan” ini dipublikasikan oleh Kantor Media Hamas dalam bentuk PDF bulan Desember 2025, Jumaidil Akhir 1447 H. Terdiri dari 8 Bab. Kabar Kampus menerbitkan edisi terjemahannya secara bertahap per bab sebagai bagian informasi publik untuk memahami situasi konkret di Palestina sekaligus sebagai refleksi dua tahun genosida di bumi Palestina. Selamat membaca!

    Dua tahun perang yang terus-menerus telah menyebabkan pergeseran besar di semua tingkatan dan ke segala arah, membentuk gempa strategis yang mengubah kesadaran global. Di antara pencapaian paling signifikan dari Banjir Al-Aqsa adalah:

    1. Keteguhan Hati Rakyat Palestina

    Banjir Al-Aqsa membuktikan bahwa rakyat Palestina sulit ditaklukkan dan dipaksa; mereka tidak mengenal kekalahan dan tidak menerima penyerahan diri. Terlepas dari kebrutalan dan teror pendudukan, rakyat ini tetap teguh di tanah mereka, menegaskan setelah lebih dari satu abad revolusi dan pemberontakan bahwa mereka adalah rakyat yang tidak dapat diabaikan, dan perjuangan mereka tidak dapat dihapus.

    - Advertisement -

    2. Mengembalikan Isu Palestina ke Garis Depan Perhatian Dunia

    Kembalinya Palestina ke jantung dunia: Isu Palestina sekali lagi menjadi titik fokus politik dan media global. Isu ini kembali ke PBB, ke jalan-jalan di Eropa dan Amerika, ke platform hak asasi manusia, dan ke universitas. Ini bukan lagi masalah “perbatasan” tetapi sebuah perjuangan pembebasan, keadilan, martabat, dan kemanusiaan, setelah hampir terlupakan.

    Sebelum serangan itu, Netanyahu bertaruh untuk menghapus isu tersebut dengan mengisolasinya dari kedalaman Arab dan Islam melalui jalur normalisasi. Namun, dua tahun keteguhan dan ketahanan telah memperkenalkannya kembali sebagai isu pembebasan, keadilan, dan martabat manusia, dan yang terpenting bukan sekadar “sengketa perbatasan” politik yang bersifat sementara.

    3. Isolasi Regional dan Internasional

    Tidak mungkin lagi bagi rezim atau negara mana pun untuk berurusan dengan Israel «tanpa konsekuensi moral.» Genosida tersebut memutus rantai Normalisasi tersebut telah meningkatkan tingkat penolakan populer Arab dan Islam hingga mencapai puncaknya. Bahkan sekutunya di Barat kini menghadapi protes yang semakin meningkat. Membela Israel telah menjadi beban politik, media, dan moral, dan bahkan sekutu tradisional pendudukan tersebut menghadapi dilema di hadapan rakyat mereka sendiri, yang marah atas kejahatan yang dilakukan Israel.

    4. Terungkapnya Perpecahan Mendalam dalam Masyarakat Akibat Pendudukan

    Pilar-pilar mitos yang menjadi dasar keberadaan pendudukan telah runtuh satu demi satu, mengungkap perpecahan mendalam dalam struktur masyarakat Israel: antara sayap kanan fasis dan arus sipil, antara kelompok religius dan sekuler, bahkan antara semua komponen masyarakat Zionis.

    5. Kejatuhan Doktrin Keamanan Israel

    Banjir Al-Aqsa menggulingkan teori keamanan Israel yang didasarkan pada pencegahan, peringatan dini, dan memindahkan pertempuran ke tanah musuh. Perlawanan mengejutkan musuh pada tanggal 7 Oktober, menembus garis belakangnya, memaksa mereka untuk secara mendasar meninjau kembali doktrin keamanan dan militer mereka.

    6. Runtuhnya Citra «Israel Barat»

    Bersambung ke halaman selanjutnya –>

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here