More

    Narasi Hamas (6): Pencapaian Paling Menonjol dari Banjir Al-Aqsa

    6. Runtuhnya Citra «Israel Barat»

    Tragedi Al-Aqsa mengubah entitas Israel dari “benteng peradaban Barat” menjadi beban moral dan politik bagi sekutunya. “Israel” tidak lagi dipandang sebagai “satu-satunya negara demokrasi di Timur Tengah” tetapi sebagai negara yang melakukan genosida di depan kamera. Gambar-gambar mayat dan anak-anak yang dimutilasi di Gaza menjadi “wajah baru Israel.”

    Kasusnya di Mahkamah Internasional dan Mahkamah Pidana Internasional telah berubah dari dokumen hukum menjadi dokumen dakwaan bersejarah yang terus menghantuinya di setiap forum internasional. Membelanya di hadapan opini publik Barat telah menjadi tugas yang memalukan, dan kejahatan serta citra berdarahnya telah menjadi ciri khas isolasi internasionalnya.

    - Advertisement -

    7. Membangkitkan Kembali Kesadaran Kolektif Global

    Pertempuran ini dan konsekuensinya mendefinisikan ulang konsep-konsep yang dipahami. Jutaan orang berbaris sambil meneriakkan dukungan untuk Gaza, menegaskan bahwa Palestina tidak sendirian. Dunia tidak lagi menerima sebutan genosida sebagai “konflik” atau pendudukan sebagai “pembelaan diri.” Kata-kata seperti “genosida,” “kolonialisme,” dan “kejahatan perang” memasuki wacana PBB dan parlemen Barat, menjadikan Palestina sebagai standar moral global yang baru. Perjuangan Palestina telah menjadi ukuran hati nurani manusia.

    8. Runtuhnya Ilusi «Tempat Berlindung yang Aman»

    Banjir Al-Aqsa mengguncang gagasan tentang apa yang disebut “tempat perlindungan aman bagi orang Yahudi” di Palestina yang diduduki, menunjukkan bahwa entitas Israel tidak mampu menundukkan rakyat Palestina. Migrasi balik meningkat, dan kecemasan menyebar di kalangan pemukim Zionis. Sebuah jajak pendapat oleh Haaretz (Mei 2025, 12) menunjukkan bahwa 40% Zionis mempertimbangkan untuk meninggalkan entitas Israel. Perpecahan internal semakin dalam antara kubu sayap kanan fasis dan Arus perpecahan sipil, antara kelompok religius dan sekuler, Sephardim dan Ashkenazim, mengguncang kepercayaan terhadap kepemimpinan Zionis dan menjerumuskan masyarakat ke dalam krisis yang mendalam.

    9. Prestasi di Bidang Lapangan dan Kemanusiaan

    Dengan implementasi fase pertama rencana penghentian perang dan kesepakatan pertukaran tahanan, sekitar 4.000 tahanan Palestina dibebaskan dari penjara pendudukan, termasuk 486 yang menjalani hukuman seumur hidup dan 319 yang menjalani hukuman jangka panjang—sebuah pencapaian penting dan perebutan kebebasan yang patut dihargai.

    10. Menggagalkan Jalur Normalisasi

    Banjir Al-Aqsa mengungkapkan sifat sebenarnya dari entitas Zionis kepada bangsa-bangsa dan rakyat di kawasan itu sebagai bahaya nyata yang mengancam, bukan sebagai mitra perdamaian dan hidup berdampingan. Banjir itu menunjukkan kepada mereka apa sebenarnya yang diinginkan pendudukan: menaklukkan kawasan itu dan memaksanya untuk tunduk pada hegemoni Zionis. Banjir Al-Aqsa memberikan pukulan telak pada proyek-proyek normalisasi yang menyesatkan, mengembalikan rakyat pada posisi alami mereka untuk menghadapi pendudukan, dan memperbarui semangat permusuhan rakyat terhadap entitas Israel. Palestina sekali lagi menjadi poros persatuan dan kesadaran kolektif umat Islam.

    11. Membangkitkan Kembali Semangat Umat Islam

    Bersambung ke halaman selanjutnya –>

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here