
11. Membangkitkan Kembali Semangat Umat Islam
Banjir Al-Aqsa membangkitkan kembali semangat harapan dan inspirasi di seluruh umat Islam (dunia Islam), menegaskan bahwa evolusi, kehormatan, dan martabat dimungkinkan apabila suatu bangsa memiliki semangat perlawanan, budaya mati syahid, dan keyakinan akan keadilan perjuangan mereka.
12. Memperkuat Model Islam Peradaban
Tragedi Banjir Al-Aqsa memperkuat model peradaban Islam moderat yang diadopsi oleh Gerakan Hamas, yang menggabungkan iman, kebebasan, keadilan, dan martabat manusia, sebagai kontras dengan ekstremisme Zionis dan rasisme Barat.
13. Runtuhnya Narasi Zionis
Banjir Al-Aqsa menggulingkan narasi Zionis Israel, mengungkap kepada dunia wajah sebenarnya yang mengerikan dari pendudukan, memaksa Israel terisolasi dalam situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan menjadi negara yang dikucilkan di semua tingkatan. Klaim sebagai “oasis demokrasi,” “hak untuk membela diri,” “tentara paling bermoral di dunia,” dan memanfaatkan “Holocaust” untuk mendapatkan simpati global tidak lagi dapat membenarkan pendudukan dan pembantaiannya.
Gambar-gambar anak-anak yang dibantai, pembantaian, dan kehancuran besar-besaran di Gaza menjadi wajah baru “Israel” dalam kesadaran dunia. Topeng/penutupnya sebagai korban telah dilepas selamanya; narasi Palestina menjadi hadir, dan kesadaran manusia global mulai mendapatkan kembali perhatiannya.
14. Kebangkitan Narasi Palestina di Tingkat Global
Tragedi Banjir Al-Aqsa memperkuat narasi Palestina dalam kerangka global dan kemanusiaan. Perlawanan kita memenangkan pertempuran untuk kesadaran dan simpati, terutama di antara ratusan juta pemuda di seluruh dunia yang mungkin tidak akan pernah mengenal perjuangan Palestina tanpa Tragedi Banjir Al-Aqsa, kepahlawanan perlawanan, dan keteguhan hati rakyat Palestina.
Istilah-istilah seperti genosida, kolonialisme pemukim, dan kejahatan perang secara tegas
Memasuki wacana global ketika membahas isu Palestina, menjadikan Palestina sebagai standar moral baru bagi komitmen terhadap nilai-nilai keadilan, kebebasan, dan hak asasi manusia.
15. Kampanye Boikot yang Berkembang
Kampanye boikot ekonomi, akademis, dan budaya terhadap entitas Israel dan perusahaan-perusahaan pendukungnya meluas secara global, dan mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah modern.
16. Upaya Hukum Internasional
Bersambung ke halaman selanjutnya –>






