Sorotan Soal Keamanan Kampus
Beberapa mahasiswa mengkritik lemahnya sistem pengamanan di lokasi tersebut. “Saya tidak merasa aman karena mereka membiarkan siapa saja masuk ke kampus ini,” ujar seorang mahasiswa kepada media lokal WCSC.
Mahasiswa lain menyoroti minimnya infrastruktur keamanan, termasuk ketiadaan kamera pengawas. “Hugine itu tidak benar-benar aman, dan tidak ada kamera. Kami butuh kamera di setiap Hugine Suite,” katanya.
Seorang mahasiswa tingkat dua juga menilai prosedur pemeriksaan belum cukup ketat. “Mereka memang memeriksa kartu identitas, tapi tetap saja seseorang bisa membawa senjata ke kampus tanpa diketahui,” ungkapnya.
Namun, ada pula mahasiswa yang menekankan pentingnya tanggung jawab bersama. “Sebagai mahasiswa, kita juga harus bertanggung jawab. Kalau tahu teman atau orang di sekitar kita membawa senjata ke kampus, seharusnya kita mengingatkan mereka untuk tidak membawanya,” ujarnya.
Penembakan ini bukan yang pertama di lokasi tersebut. Pada Oktober lalu, saat pekan homecoming, penembakan juga terjadi di dekat kompleks yang sama. Saat itu, sedikitnya dua remaja ditangkap sebagai tersangka.
Rangkaian insiden ini semakin memperkuat kekhawatiran mengenai keamanan kampus dan perlunya evaluasi sistem pengamanan di lingkungan universitas. Pihak berwenang hingga kini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan motif di balik penembakan terbaru tersebut.






