More

    Dies Natalis ke-58 UIN Bandung Soroti Kolaborasi Pembangunan dan Tantangan Bonus Demografi

    Ia menekankan bahwa periode 2020 hingga 2030 menjadi fase krusial dalam menentukan keberhasilan pemanfaatan bonus demografi, terutama dalam hal penyerapan tenaga kerja. “Pertanyaannya adalah: yang produktif itu nanti bekerja tidak? Atau hanya umurnya saja yang produktif tapi belum mendapat pekerjaan?. Kita jangan sampai melewatkan momen bonus demografi ini,” ujarnya.

    Lebih lanjut, Wihaji juga mengingatkan potensi munculnya fenomena penuaan penduduk (aging population) yang perlu diantisipasi sejak dini. Dalam konteks tersebut, ia menegaskan bahwa keluarga memiliki peran fundamental dalam pembangunan bangsa.

    “Perlu diketahui, angka harapan hidup kita di Indonesia saat ini sudah mencapai 74,3 tahun,” ungkapnya. “Ada hal yang perlu kita perhatikan, yaitu fenomena aging population (penuaan penduduk). Setuju tidak setuju, persentase lansia kita semakin tinggi. Saat ini sudah mencapai 11,7% dan diprediksi pada tahun 2045 akan mencapai 45%,” kata Wihaji.

    - Advertisement -

    Melalui rangkaian kegiatan Dies Natalis ini, UIN Sunan Gunung Djati Bandung tidak hanya meneguhkan komitmen pengembangan institusi, tetapi juga memperkuat peran akademik dalam merespons isu strategis nasional. Sinergi antara pemerintah, kampus, dan masyarakat diharapkan mampu mendorong pembangunan sumber daya manusia yang unggul menuju Indonesia Emas 2045.

    “Unit yang paling kecil di dalam negara namanya keluarga. Saya ulangi, unit terkecil dalam negara adalah keluarga. Maka, keyakinan saya untuk memperbaiki negara ini adalah dengan memperbaiki keluarga,” tegasnya. “Jika keluarganya baik, insyaallah negaranya akan tambah baik dan semakin maju,” lanjut Wihaji.

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here