Sementara itu, Rektor Uniska Kediri, Bambang Yulianto, menyebut kehadiran SPKLU selaras dengan visi kampus berdampak yang diusung institusinya. “Secara akademis, SPKLU ini memiliki nilai penting bagi Uniska Kediri. Hal ini sesuai dengan motto kampus berdampak, bahwa kampus harus mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. SPKLU ini merupakan salah satu bentuk kontribusi Uniska Kediri kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, fasilitas ini juga akan dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran praktis bagi mahasiswa, khususnya di Program Studi Teknik Elektro. “Ke depan, kami berharap rekan-rekan dari PLN dapat membagikan ilmu praktis kepada mahasiswa Uniska Kediri, khususnya mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Uniska Kediri,” katanya.
Senada dengan itu, Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, turut mengapresiasi langkah kampus dalam menghadirkan fasilitas yang tidak hanya mendukung pembelajaran, tetapi juga bermanfaat bagi masyarakat luas. “Ini bukan sekadar penambahan fasilitas, tetapi bagaimana kampus bisa hadir memberi manfaat langsung, sekaligus mendukung transisi energi bersih,” ujarnya seperti dikutip dari RRI.
Peresmian SPKLU ini juga dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Ketua MUI Pusat sekaligus Ketua Umum Yayasan Bina Cendekia Muslim Pancasila K.H. Anwar Iskandar, jajaran PLN, pimpinan kampus, serta tamu undangan lainnya. Selain peluncuran fasilitas, kegiatan ini juga diisi dengan aksi sosial berupa penyaluran santunan kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian bersama.
Dengan hadirnya SPKLU di Uniska Center, Uniska Kediri menegaskan perannya sebagai kampus yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus berkontribusi aktif dalam mendukung transisi menuju energi bersih dan kemandirian energi nasional.






