Sorotan Isu Lokal: Krisis Tanaman Duku di Jambi
Dalam forum tersebut, salah satu isu lokal yang mencuat adalah menurunnya kondisi tanaman duku (Lansium domesticum), komoditas unggulan Jambi yang memiliki nilai ekonomi dan budaya tinggi. Sejumlah faktor diduga menjadi penyebab, mulai dari perubahan iklim, serangan patogen, sistem drainase yang kurang optimal, hingga kemungkinan infeksi jamur seperti Phytophthora.
Jika tidak segera ditangani, kondisi ini berpotensi mengancam keberlanjutan produksi dan kesejahteraan petani. Menanggapi hal tersebut, Dean of Science and Technology Department Guizhou University, Prof. Jian Wu, melihat peluang besar untuk kolaborasi riset yang lebih aplikatif.
“Permasalahan penyakit tanaman seperti yang terjadi pada duku di Jambi perlu ditangani melalui pendekatan ilmiah yang terintegrasi. Kolaborasi riset, penguatan laboratorium, dan penerapan Integrated Pest Management menjadi langkah penting untuk menghasilkan solusi jangka panjang yang berkelanjutan,” ujar Prof. Jian Wu seperti dikutip dari Jambi Prima.
Sebagai tindak lanjut, kedua belah pihak mulai merancang sejumlah agenda kolaboratif, antara lain:
- Penelitian bersama lintas negara
- Penguatan kapasitas laboratorium
- Pertukaran akademisi dan peneliti
- Pengembangan teknologi perlindungan tanaman ramah lingkungan
- Kunjungan lapangan dan implementasi riset di wilayah terdampak
Pendekatan yang diusung menitikberatkan pada konsep Integrated Pest Management (IPM), yakni pengendalian hama terpadu yang menggabungkan aspek biologis, lingkungan, dan teknologi secara berkelanjutan. Melalui forum ini, UNJA menegaskan transformasinya sebagai institusi yang tidak hanya berfokus pada pendidikan, tetapi juga berperan aktif dalam menyelesaikan persoalan nyata melalui kolaborasi global.
Kerja sama internasional kini diarahkan untuk menghasilkan dampak konkret, tidak sekadar berhenti pada penandatanganan kesepahaman. Pendekatan ini sekaligus mencerminkan peran baru perguruan tinggi sebagai aktor penting dalam diplomasi ilmu pengetahuan berbasis kebutuhan daerah.
Jika kolaborasi ini berjalan konsisten, bukan tidak mungkin persoalan lokal seperti krisis duku di Jambi dapat menjadi pintu masuk lahirnya inovasi pertanian berkelanjutan yang berdampak lebih luas, baik di tingkat nasional maupun global.






