
JAKARTA, KabarKampus – Dewan Pengurus Pusat Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPP BKPRMI) mengapresiasi langkah sejumlah menteri dan pejabat pemerintah pada era Presiden Prabowo Subianto yang mulai aktif hadir ke kampus untuk berdialog langsung dengan mahasiswa.
Menurut BKPRMI, pola komunikasi tersebut menjadi tradisi baru yang mencerminkan keterbukaan pemerintah terhadap kritik publik sekaligus memperkuat praktik demokrasi yang sehat. Kehadiran pejabat negara di lingkungan akademik dinilai membuka ruang diskusi yang lebih substantif karena mahasiswa dapat menguji kebijakan secara langsung melalui data dan argumentasi.
Wakil Ketua Umum DPP BKPRMI, Sedek Rahman Bahta, menilai pendekatan tersebut merupakan perkembangan positif dalam praktik ketatanegaraan Indonesia. “Ini hal baru dalam praktik ketatanegaraan kita. Saat muncul kritik publik, pejabat tidak sekadar memberikan klarifikasi lewat media, melainkan datang langsung ke kampus untuk berdialog dan mengadu data secara terbuka dengan mahasiswa,” ujar Bahta seperti dikutip dari Viva, Rabu (17/6).
Menurutnya, forum dialog seperti ini memberikan kesempatan bagi kalangan akademisi dan mahasiswa untuk menguji kebijakan pemerintah berdasarkan fakta dan data secara terbuka, bukan hanya melalui perdebatan di ruang publik atau media sosial.
Namun demikian, BKPRMI juga mengingatkan agar ruang dialog yang telah dibuka tersebut tidak direspons dengan tindakan intimidasi, persekusi, maupun penolakan sepihak. “Kampus sejatinya menjadi arena adu gagasan dan validasi data, bukan tempat untuk menghakimi pihak yang berbeda pandangan,” tegas Bahta.
Bersambung ke halaman selanjutnya –>






