More

    Kampus-kampus Asing di Indonesia Disorot

    Pemerintah berharap kerja sama antarkampus dapat diperluas melalui riset bersama, mobilitas dosen dan peneliti, serta peningkatan jumlah mahasiswa Indonesia yang menempuh studi doktoral di University of Nottingham. Selain itu, Indonesia juga membuka peluang lebih luas bagi akademisi University of Nottingham untuk melakukan penelitian di berbagai bidang strategis, mulai dari sumber daya alam, transisi energi, hingga isu-isu sosial yang memiliki relevansi global.

    “Saya berharap kita dapat menemukan bidang-bidang yang paling tepat untuk dikembangkan bersama, termasuk mempertemukan para profesor dan peneliti agar kolaborasi ini dapat terus berkembang,” ucap Mendiktisaintek Brian Yuliarto.

    Sementara itu, Deputy Pro-Vice-Chancellor Research and Knowledge Exchange University of Nottingham, Sarah Metcalfe, menyebut kerja sama antara Nottingham dan Indonesia telah menghasilkan banyak capaian di berbagai sektor, seperti kesehatan, pendidikan, lingkungan, kesejahteraan sosial, hingga pelestarian warisan budaya.

    - Advertisement -

    Ke depan, University of Nottingham menawarkan penguatan kolaborasi pada bidang energi rendah karbon, teknologi baterai, engineering biology, ketahanan pangan, manufaktur, hingga pengembangan talenta melalui program doktoral dan riset bersama.

    “Hingga saat ini, peneliti University of Nottingham bersama mitra di Indonesia telah menghasilkan sekitar 500 publikasi bersama, terutama di bidang teknik, kedokteran, dan ilmu lingkungan. Kami berharap kolaborasi tersebut dapat terus berkembang melalui penelitian dan pengembangan talenta bersama,” ucap Sarah Metcalfe.

    Selain kerja sama riset, kedua pihak juga membuka peluang pengembangan program joint degree dan double degree yang melibatkan kampus University of Nottingham di Inggris, Malaysia, maupun China. Skema tersebut dinilai dapat memperluas akses mahasiswa Indonesia terhadap pendidikan tinggi bertaraf internasional sekaligus memperkuat jejaring akademik global.

    Perdebatan mengenai keberadaan perguruan tinggi luar negeri di Indonesia pun kini tidak lagi sekadar soal membuka kampus internasional. Yang menjadi perhatian utama adalah bagaimana memastikan kehadiran mereka benar-benar memperkuat ekosistem pendidikan tinggi nasional melalui kolaborasi, transfer pengetahuan, dan pengembangan riset, bukan sekadar memperluas pasar pendidikan.

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here