Lagu keenam“Perahu Kertas” menjadi pengukuh perjalanan hati yang akhirnya menemukan tambatannya. Aransemen Petra Sihombing berhasil melahirkan ulang lagu yang bisa dibilang telah menjadi nomor hits klasik Dee Lestari.
Lagu ketujuh “Cuma Satu Nama” menjadi puncak perayaan dari kebersamaan dua hati yang akhirnya berani melangkah ke setapak baru. Lagu kolaborasi Dee Lestari dan (alm) Reza Gunawan ini pun dibawakan duet bersama penyanyi pria papan atas Indonesia, Afgansyah Reza. Petra Sihombing kembali dipercaya untuk memproduseri, dan Petra memberikan aransemen segar, elegan, dan timeless untuk lagu cinta duet ini.
Album ditutup oleh “Bintang Utara”. Kematangan Sang Hati diuji ketika ia akhirnya belajar melepas dengan kerelaan. “Bintang Utara” menceritakan relasi universal antara orang tua dan anak. Ketika seorang anak tumbuh besar dan lepas, di situlah hati kembali belajar tentang makna cinta yang sesungguhnya, tanpa syarat dan batas. Lafa Pratomo menghadirkan aransemen orkestrasi yang manis dan membumi. Menyayat sekaligus penuh harapan.
Delapan belas tahun sudah berlalu sejak album Rectoverso. Dee kembali melangkah ke dunia musik dengan solid lewat album (Jangan) Jatuh Cinta. Posisi uniknya sebagai seorang penulis, penyanyi, sekaligus pencipta lagu, sepenuhnya tercermin dalam album ini. Lirik berkualitas, penulisan lagu yang berkelas, vokal yang matang, sekaligus storytelling yang kuat menempatkan Dee Lestari dan album (Jangan) Jatuh Cinta di kelas tersendiri.
Pendengar akan dimanjakan oleh lagu-lagu yang sarat cerita dan niscaya akan menjadi nomor-nomor abadi, yang tetap relevan menembus zaman, sebagaimana telah terbukti lewat banyak lagu Dee Lestari sebelumnya. Sambutlah babak baru dan segar dari Dee Lestari. Hari ini.

Track List Alb ( Jangan Jatuh Cinta )
(Jangan) Jatuh Cinta
Patah Hati
Kabarku
Hujan Bulan Juni
Jadi Udara
Perahu Kertas
Cuma Satu NamaBintang Utara






