Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menilai pembentukan OII menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia di sektor kelautan dan perikanan, yang saat ini menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto melihat OII memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi pusat unggulan pendidikan vokasi sekaligus penghasil inovasi di bidang kelautan. “OII dapat menjadi Center of Excellence yang bisa menghasilkan startup-startup baru di sektor kelautan dan perikanan,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala BPPSDM KP I Nyoman Radiarta melaporkan bahwa seluruh satuan pendidikan yang kini tergabung dalam OII telah menerapkan pendidikan vokasi berbasis kebutuhan industri. Menurutnya, seluruh peserta didik berasal dari keluarga pelaku usaha di sektor kelautan dan perikanan sehingga proses pendidikan diharapkan mampu memberikan dampak langsung terhadap pengembangan sektor tersebut.
Hingga saat ini, institusi pendidikan vokasi di bawah KKP telah meluluskan sebanyak 27.819 alumni. Sebagian besar lulusan tersebut telah terserap di dunia usaha maupun industri kelautan dan perikanan. Sebagai bagian dari penguatan jejaring akademik, KKP melalui BPPSDM KP juga menandatangani sejumlah kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi dan mitra strategis, baik dari dalam maupun luar negeri.
Mitra tersebut di antaranya Institut Teknologi Bandung (ITB), IPB University, Universitas Brawijaya, Universitas Diponegoro, Universitas Padjadjaran, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Universitas Nusa Cendana, Universitas Andalas, Universitas Hasanuddin, Universitas Sam Ratulangi, Universitas Pattimura, Universitas Trunojoyo Madura, Sampoerna University, Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Laut, serta perusahaan asal Korea Selatan, yakni Onamu Co. Ltd., Vogo Group, dan Globit Co. Ltd.
Melalui pembentukan Ocean Institute of Indonesia, pemerintah berharap pendidikan vokasi kelautan dan perikanan tidak hanya menghasilkan lulusan yang siap kerja, tetapi juga mampu melahirkan riset terapan, inovasi, hingga wirausaha baru yang dapat memperkuat daya saing sektor maritim Indonesia di masa mendatang.






