
Masa pengenalan mahasiswa baru atau yang selama ini akrab disebut ospek mulai mengalami perubahan. Jika dahulu kegiatan orientasi kampus kerap dikaitkan dengan senioritas, tugas-tugas yang tidak relevan, hingga perpeloncoan, kini perguruan tinggi didorong menjadikannya sebagai ruang yang aman, edukatif, dan membantu mahasiswa baru beradaptasi.
Perubahan tersebut kembali menjadi perhatian setelah Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menegaskan bahwa kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) harus berlangsung tanpa perundungan.
Pesan tersebut disampaikan Brian saat meninjau kegiatan orientasi mahasiswa baru di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung, Rabu (19/8). Menurutnya, masa orientasi seharusnya menjadi awal yang baik bagi mahasiswa sebelum memasuki kehidupan perguruan tinggi.
“Ini suatu proses yang sangat baik. Saya sambil meninjau, tidak ada ospek perundungan, kan Pak Rektor?. Dengan proses pendidikan yang baik ini juga harus diawali dengan masa orientasi yang baik pula,” kata Brian seperti dikutip dari Antara.
Dorongan untuk menghapus perundungan sebenarnya bukan sekadar imbauan. Dalam Panduan PKKMB 2026, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menekankan penyelenggaraan kegiatan yang aman, humanis, serta bebas dari kekerasan. Perguruan tinggi juga diminta menjamin agar PKKMB tidak menjadi ruang bagi kekerasan fisik maupun psikis, perpeloncoan, diskriminasi, dan bentuk kekerasan lainnya.
Artinya, orientasi mahasiswa baru mulai diarahkan untuk meninggalkan pola lama yang menjadikan mahasiswa senior sebagai pihak yang memiliki kuasa penuh atas mahasiswa baru. Sebaliknya, senior diharapkan berperan sebagai pendamping yang membantu mahasiswa baru mengenali lingkungan akademik, budaya kampus, sistem perkuliahan, organisasi, hingga berbagai fasilitas yang dapat mereka manfaatkan selama menempuh pendidikan.
Brian juga menyebut masa orientasi sebagai tahap untuk membantu mahasiswa beradaptasi dengan perubahan status dari siswa menjadi mahasiswa yang dituntut lebih mandiri. “Kakak-kakak kelasnya akan mengenalkan seperti apa kehidupan di kampus. Tentunya, nantinya adik-adik mahasiswa baru itu bisa cepat beradaptasi dan aktif di lingkungan kampus,” katanya.
Dari Perpeloncoan ke Adaptasi
Bersambung ke halaman selanjutnya –>






