Jangan Sampai Kuliah Gratis Mengorbankan Kualitas Kampus
Tantangan berikutnya adalah menjaga kualitas pendidikan. Perguruan tinggi membutuhkan biaya untuk membayar dosen dan tenaga kependidikan, menjalankan laboratorium, membangun fasilitas, menyediakan perpustakaan, mendukung penelitian, membiayai kegiatan kemahasiswaan, hingga mengembangkan teknologi pembelajaran.
Jika UKT mahasiswa dihapus, seluruh kebutuhan tersebut tidak otomatis hilang. Justru pemerintah harus memastikan terdapat mekanisme pendanaan yang cukup agar perguruan tinggi tetap mampu memberikan layanan pendidikan yang berkualitas.
Karena itu, ukuran keberhasilan pendidikan tinggi gratis seharusnya tidak berhenti pada berapa banyak mahasiswa yang tidak lagi membayar UKT. Pemerintah juga perlu memastikan apakah kualitas pembelajaran tetap terjaga, fasilitas kampus berkembang, riset tetap berjalan, dan perguruan tinggi memiliki ruang untuk meningkatkan kualitas akademiknya.
Di sinilah perhitungan kebutuhan pembiayaan yang sedang dilakukan Kemdiktisaintek menjadi penting. Untuk saat ini, setidaknya ada sejumlah pertanyaan yang masih menunggu jawaban pemerintah. Pertama, siapa yang akan mendapatkan pendidikan tinggi gratis. Belum dipastikan apakah seluruh mahasiswa PTN atau hanya kelompok tertentu.
Kedua, komponen biaya apa yang akan ditanggung negara. Apakah hanya UKT atau termasuk biaya pendidikan lainnya. Ketiga, berapa besar anggaran yang diperlukan dan bagaimana pembiayaannya dalam APBN. Keempat, bagaimana hubungan program baru dengan KIP Kuliah, yang saat ini masih berjalan dan mendapat dukungan anggaran pemerintah.
Kelima, bagaimana posisi PTS dalam sistem pendidikan tinggi ketika PTN memperoleh skema pembiayaan baru. Keenam, bagaimana pemerintah menjaga kualitas pendidikan ketika sumber pendapatan dari mahasiswa mengalami perubahan. Pemerintah sendiri telah menegaskan bahwa penerapan program pendidikan tinggi gratis tidak akan dilakukan secara langsung, melainkan melalui tahapan dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal negara.
Dengan demikian, wacana kuliah gratis saat ini masih berada dalam proses perumusan kebijakan. Bagi calon mahasiswa, kabar tersebut tentu menjadi perkembangan penting, tetapi belum dapat diterjemahkan sebagai kepastian bahwa seluruh mahasiswa PTN akan segera terbebas dari UKT.
Pada akhirnya, tantangan terbesar bukan hanya membuat kuliah menjadi gratis, tetapi memastikan akses yang lebih luas tersebut berjalan bersama dengan pembiayaan yang berkelanjutan, kualitas pendidikan yang tetap terjaga, serta sistem yang mampu mengakomodasi keberadaan PTN dan PTS.
Kuliah gratis dapat membuka akses lebih besar kepada masyarakat. Namun, agar kebijakan tersebut benar-benar memberikan manfaat jangka panjang, pemerintah perlu memastikan bahwa biaya pendidikan yang sebelumnya dibayar mahasiswa tidak sekadar berpindah tangan, melainkan benar-benar ditopang oleh sistem pembiayaan pendidikan tinggi yang kuat dan berkelanjutan.
*Kolumnis KabarKampus.






