More

    Mahasiswa UAJY Buktikan Manfaat Jejaring Global

    Membawa Dunia ke Dalam Kampus

    Pentingnya pengalaman global bagi mahasiswa juga menjadi salah satu isu yang dibahas dalam lingkungan akademik UAJY. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UAJY menggelar diskusi bertajuk “Strategic Leadership and International Networks: Building Globally Connected and Socially Engaged Faculties” pada Kamis (24/9).

    Kegiatan yang berlangsung di Ruang Seminar Perpustakaan, Kampus IV Gedung Theresa tersebut membahas bagaimana fakultas dan program studi dapat membangun jejaring internasional yang tidak hanya memperkuat kerja sama akademik, tetapi juga memberikan dampak bagi masyarakat.

    - Advertisement -

    Diskusi menghadirkan Prof. Hamish Coates sebagai pembicara utama. Prof. Dr. Gregoria Arum Yudarwati, S.I.P., M.Mktg.Comm., Ph.D. bertindak sebagai discussant, sedangkan Desideria Cempaka Wijaya Murti, M.A., Ph.D. menjadi moderator. Acara dibuka oleh Dekan FISIP UAJY, Dr. Victoria Sundari Handoko, S.Sos., M.Si.

    Dalam pemaparannya, Hamish menyoroti bahwa internasionalisasi perguruan tinggi seharusnya tidak dimaknai sebatas mengirim mahasiswa atau akademisi ke luar negeri. “Indonesia adalah negara yang besar dan indah. Namun, dunia membutuhkan Indonesia,” ungkapnya.

    Menurutnya, kampus juga perlu menciptakan ruang agar pengalaman dan perspektif global dapat hadir langsung di Indonesia. Menurut Hamish, perguruan tinggi di Indonesia memiliki peluang untuk memperkuat koneksi internasional dengan mengundang mahasiswa, akademisi, maupun mitra dari berbagai negara untuk berinteraksi dan berkolaborasi di dalam negeri.

    Ia mencontohkan Tiongkok sebagai salah satu negara yang telah mengembangkan pendekatan tersebut dengan menghadirkan koneksi dan pengalaman internasional ke dalam lingkungan domestiknya. “Kita perlu membawa dunia ke sini, seperti yang telah dilakukan Tiongkok,” ujarnya.

    Pandangan tersebut memperluas pemahaman mengenai internasionalisasi pendidikan tinggi. Pengalaman global mahasiswa tidak harus selalu berbentuk keberangkatan ke luar negeri. Kehadiran mitra internasional, kolaborasi akademik, diskusi lintas negara, hingga program pertukaran budaya di dalam negeri juga dapat menjadi bagian dari proses tersebut.

    Bagi mhasiswa, pengalaman seperti Global Youth Culture Camp dapat menjadi salah satu pintu untuk mengenal dunia di luar lingkungan kampus. Sementara bagi perguruan tinggi, pembangunan jejaring internasional dapat menjadi upaya untuk menciptakan lingkungan akademik yang lebih terbuka terhadap perspektif dan kerja sama global.

    Keterlibatan mahasiswa UAJY dalam program lintas budaya serta diskusi mengenai jejaring internasional tersebut menunjukkan bahwa hubungan perguruan tinggi dengan dunia global dapat dibangun melalui berbagai jalur. Pada akhirnya, internasionalisasi bukan hanya mengenai seberapa sering mahasiswa pergi ke luar negeri, tetapi juga seberapa jauh kampus mampu membuka ruang bagi pertukaran pengetahuan, budaya, dan gagasan dari berbagai penjuru dunia.

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here