More

    Ketika Kurikulum Kuliah Mulai Didorong Menyesuaikan Dunia Kerja yang Berubah

    Kemampuan Teknis Perlu Berjalan Bersama Keterampilan Manusia

    Salah satu pembahasan dalam workshop di UGM menekankan perlunya menggabungkan keterampilan teknis dengan keterampilan manusia dalam kurikulum. Mahasiswa tetap membutuhkan kemampuan yang sesuai dengan bidang studinya. Namun, ketika menghadapi persoalan di dunia nyata, mereka juga akan berhadapan dengan persoalan komunikasi, kerja sama, etika, pengambilan keputusan dan ketidakpastian

    Dosen Fakultas Hukum UGM I Made Andi Arsana mecontohkan bahwa mahasiswa teknik geodesi tidak cukup hanya mampu menghitung koordinat atau membuat peta ketika berhadapan dengan persoalan batas wilayah laut. Mereka juga perlu memahami aspek hukum, etika komunikasi dan pengelolaan ketidakpastian.

    - Advertisement -

    Maka, keterampilan seperti kerja sama tim, komunikasi, berpikir sistem, etika dan kolaborasi lintas disiplin menjadi bagian yang perlu diperhatikan dalam pendidikan tinggi. “Pendidikan teknik tidak lagi berfokus pada ilmu keteknikan murni, melainkan wajib mengintegrasi pemahaman terhadap aspek manusia dan sosial,” jelas Made seperti dikutip dari situs UGM.

    Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan dunia kerja tidak selalu bisa dipenuhi hanya melalui mata kuliah yang sangat spesifik pada satu bidang ilmu. Kurikulum yang lebih adaptif juga membuka kemungkinan bagi mahasiswa untuk memperluas kompetensinya di luar bidang utama yang dipelajari. 

    UGM, misalnya, mengembangkan sejumlah skema pembelajaran seperti second major, minor, intensifikasi, fast track, double degree, dan joint degree. Pilihan tersebut memberikan ruang bagi mahasiswa untuk membangun kompetensi sesuai minat dan kebutuhan masing-masing. 

    Model seperti ini menjadi relevan ketika pekerjaan semakin membutuhkan kombinasi berbagai keahlian. Seorang mahasiswa teknologi, misalnya, dapat membutuhkan pemahaman bisnis ketika mengembangkan produk.  Mahasiswa ekonomi dapat membutuhkan kemampuan mengolah data dan memahami teknologi.

    Sementara mahasiswa bidang sosial dapat berhadapan dengan kebutuhan literasi digital dalam pekerjaan mereka. Batas antarbidang tersebut tidak selalu hilang, tetapi kebutuhan untuk memahami bidang lain semakin besar.

    Pembelajaran Praktis Jadi Bagian Penting

    Bersambung ke halaman selanjutnya –>

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here