
BANDUNG, KabarKampus – Universitas Widyatama memperkenalkan sejumlah inovasi teknologi yang dikembangkan mahasiswa dan dosen melalui Festival Kampus Berdampak: Luaran Tridharma dan Produk Inovasi di Gedung Serba Guna (GSG) Universitas Widyatama, Selasa (13/10). Mengusung tema Merayakan Karya, Menginspirasi Dampak, festival tersebut menampilkan hasil penelitian, produk teknologi, serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dikembangkan oleh sivitas akademika dari berbagai program studi.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah inovasi dari Program Studi Teknik Mesin. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memperagakan penggunaan mesin 3D printing yang mampu menghasilkan komponen fisik berdasarkan rancangan digital. Mahasiswa Teknik Mesin Universitas Widyatama, Riki Adianto, menjelaskan bahwa mahasiswa terlibat dalam proses perancangan hingga pencetakan komponen menggunakan teknologi tersebut.
Menurutnya, pemanfaatan mesin 3D printing juga membuka peluang kerja sama dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya dalam pembuatan komponen sesuai kebutuhan. “Kalau ada permintaan untuk mencetak desain tertentu, kami bisa membantu membuat desainnya sekaligus mencetaknya,” ujar Riki seperti dikutip dari Info Bandung.
Teknologi pencetakan tiga dimensi tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana keterampilan yang dipelajari mahasiswa dapat diterapkan untuk membantu kebutuhan masyarakat maupun kegiatan usaha. Selain mesin 3D printing, Program Studi Teknik Mesin Universitas Widyatama turut memamerkan berbagai peralatan hasil pengembangan akademik.
Di antaranya terdapat alat filtrasi air, simulator gempa, mesin pencacah sampah, serta mesin pembersih kontak. Secara keseluruhan, program studi tersebut menampilkan sekitar tujuh alat dalam festival. Berbagai inovasi itu dikembangkan dengan fungsi yang berbeda, mulai dari kebutuhan pengujian di laboratorium hingga potensi penerapan untuk mengatasi persoalan lingkungan.
Riki berharap hasil pengembangan teknologi tersebut dapat terus disempurnakan sehingga manfaatnya tidak terbatas pada kegiatan akademik. Salah satu inovasi yang dinilainya berpotensi membantu masyarakat adalah alat filtrasi air. Teknologi tersebut diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut untuk mendukung kebutuhan air bersih, khususnya di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan akses.
Sementara itu, mesin pencacah sampah menjadi bagian dari upaya kampus mengembangkan teknologi yang berkaitan dengan pengelolaan limbah. Meski memiliki potensi pemanfaatan, pengembangan lebih lanjut tetap diperlukan sebelum berbagai alat tersebut dapat digunakan secara luas di luar lingkungan kampus.
Rektor Dorong Hasil Penelitian Bisa Dimanfaatkan Masyarakat
Bersambung ke halaman selanjutnya –>






