More

    Universitas Widyatama Pamerkan Mesin 3D Printing hingga Pengolahan Sampah

    Rektor Dorong Hasil Penelitian Bisa Dimanfaatkan Masyarakat

    Rektor Universitas Widyatama, Prof. Dr. H. Dadang Suganda, M.Hum., menegaskan pentingnya menghubungkan kegiatan pendidikan dan penelitian dengan kebutuhan nyata masyarakat. Menurutnya, perguruan tinggi perlu mendorong hasil pengembangan ilmu pengetahuan agar dapat diterapkan dan menghasilkan manfaat yang lebih luas.

    Dadang menjelaskan bahwa pengembangan inovasi di lingungan kampus juga diarahkan menuju peluang produksi dan komersialisasi. “Kami ingin hasil ilmu yang dikembangkan tidak berhenti pada teori, tetapi juga menghasilkan produk yang bisa dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya.

    - Advertisement -

    Dengan demikian, karya akademik diharapkan tidak hanya menjadi hasil penelitian, tetapi memiliki nilai guna dan potensi ekonomi. Salah satu bidang yang mendapat perhatian Universitas Widyatama adalah teknologi pengolahan sampah. Melalui Program Studi Teknik Mesin, kampus telah mengembangkan peralatan yang diharapkan dapat mendukung pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan. 

    Namun, Dadang menilai keberadaan teknologi perlu dibarengi dengan edukasi kepada masyarakat mengenai cara mengelola sampah secara tepat dan berkelanjutan. Untuk mendukung pengembangan tersebut, Universitas Widyatama juga memberikan dukungan pendanaan bagi dosen dalam menghasilkan penelitian dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

    Melalui penyelenggaraan Festival Kampus Berdampak, pihak universitas berharap karya sivitas akademika semakin dikenal sekaligus membuka peluang kerja sama dan pemanfaatan teknologi di luar kampus. Universitas Widyatama sendiri memiliki sejarah pendidikan tinggi yang bermula pada 1973. 

    Cikal bakalnya adalah Institut Akuntansi Bandung (IAB), yang didirikan pada Maret 1973 untuk menyelenggarakan pendidikan Akuntansi jenjang sarjana. Pengembangan institusi tersebut berawal dari Yayasan Pendidikan dan Pengajaran Akuntansi Bandung (YPPAB), yang didirikan pada 3 Januari 1973 atas prakarsa Koesbandijah Abdoel Kadir. 

    Yayasan itu kemudian dikenal sebagai Yayasan Widyatama. Dalam perkembangannya, IAB bergabung dengan institusi lain dan menjadi Sekolah Tinggi Akuntansi dan Manajemen Perusahaan Bandung (STAMPB). Pada 3 September 1979, lembaga tersebut berubah menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bandung (STIEB).

    Perluasan bidang pendidikan berlangsung pada dekade berikutnya, termasuk pembentukan Sekolah Tinggi Teknologi Bandung-Widyatama pada 1995. Universitas Widyatama kemudian resmi terbentuk pada 2 Agustus 2001 melalui penggabungan empat sekolah tinggi, yaitu STIEB, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Bandung (STIBB), Sekolah Tinggi Teknologi Bandung Widyatama (STTW), dan Sekolah Tinggi Desain Komunikasi Visual (STDKV).

    Penggabungan tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 137/D/O/2001. Kini, melalui pengembangan berbagai bidang keilmuan, Universitas Widyatama terus mendorong pemanfaatan hasil pendidikan dan penelitian. Festival Kampus Berdampak menjadi salah satu wadah untuk memperlihatkan karya akademik yang berpotensi dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat.

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here