More

    UNS Naik ke Peringkat 12 ASEAN, FEB Perkuat Persiapan Akreditasi Internasional AACSB

    Dekan FEB UNS, Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D., menilai penyelarasan capaian pembelajaran di tingkat fakultas menjadi bagian penting dalam menjaga mutu pendidikan ekonomi dan bisnis. Untuk itu, FEB UNS melibatkan pihak yang telah memiliki pengalaman dalam menjalani proses akreditasi tersebut.

    “Pembahasan kurikulum ini sangat penting karena kami sedang berupaya merancang outcome fakultas untuk kualitas pendidikan ekonomi dan bisnis. Kami sangat membutuhkan masukan, arahan, serta tips and tricks dari SBM ITB yang telah terakreditasi AACSB,” tegas Prof. Bhimo Rizky Samudro.

    Dalam workshop tersebut, Nur Arief Rahmatsyah Putranto, S.T., M.HRMHons., pakar akreditasi dari School of Business and Management Institut Teknologi Bandung (SBM ITB), memaparkan tahapan penyusunan kurikulum berdasarkan standar AACSB. Prosesnya dimulai dengan merumuskan Competency Goals (CG) yang mengacu pada profil lulusan dan peluang karier. 

    - Advertisement -

    Rumusan tersebut kemudian dijabarkan menjadi Learning Objectives (LO), dilengkapi rubrik penilaian, dipetakan ke dalam mata kuliah, lalu diukur dan dianalisis untuk mengevaluasi efektivitas kurikulum secara berkelanjutan. Tahap evaluasi tersebut dikenal sebagai closing the loop. 

    Melalui proses ini, hasil pengukuran capaian pembelajaran digunakan untuk menentukan perbaikan yang diperlukan dalam proses pendidikan. Nur Arief menjelaskan bahwa institusi perlu membuktikan setidaknya satu siklus closing the loop dalam proses pemenuhan standar AACSB.

    Ia juga menjelaskan bahwa visi dan misi dalam kerangka AACSB ditetapkan pada tingkat fakultas atau sekolah, bukan pada masing-masing program studi. Karena itu, kompetensi yang dirumuskan setiap program studi perlu memperlihatkan keterkaitan langsung dengan misi institusi.

    Terkait jumlah kompetensi yang perlu ditetapkan, Nur Arief menyarankan agar program studi berfokus pada tiga hingga lima Competency Goals. “Competency goals adalah janji kita kepada mahasiswa dan orang tua bahwa ketika lulus mereka akan memiliki keahlian tersebut. Jika terlalu banyak, fokus pembentukan kompetensi mahasiswa justru terbagi dan menambah beban evaluasi,” terangnya.

    Jumlah tersebut dinilai cukup untuk menjaga arah pembelajaran tetap jelas sekaligus memudahkan proses evaluasi. Selain itu, program studi perlu merumuskan ciri khas kompetensi serta membedakan sasaran karier lulusan pada setiap jenjang pendidikan. 

    Dengan demikian, kurikulum tidak hanya memenuhi standar formal, tetapi juga memiliki arah yang jelas dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja. Workshop turut membahas kurikulum Program Studi S-1 Manajemen bersama Prof. Dr. Sinto Sunaryo, S.E., M.Si., SHRM-CP, serta Program Studi S-1 Bisnis Digital bersama Aldy Fariz Achsanta, S.E., M.Rech., Ph.D. Kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua Task Force AACSB FEB UNS, Putra Pamungkas, S.E., M.Rech., Ph.D., para ketua program studi, dan anggota tim task force fakultas.

    Upaya UNS memperbaiki posisi dalam pemeringkatan regional dan langkah FEB UNS menyiapkan akreditasi internasional menunjukkan dua pendekatan dalam pengembangan mutu perguruan tinggi. Pemeringkatan memberikan gambaran posisi institusi berdasarkan indikator tertentu, sedangkan persiapan akreditasi mendorong evaluasi lebih terstruktur terhadap proses pembelajaran dan capaian lulusan.

    Kegiatan penajaman kurikulum FEB UNS juga berkaitan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 tentang pendidikan berkualitas dan SDG 8 mengenai pekerjaan layak serta pertumbuhan ekonomi. Penyelarasan capaian pembelajaran dengan kebutuhan profesi diharapkan membantu mahasiswa mengembangkan kompetensi yang relevan dengan dunia kerja. []

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here