
Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) memulai pembangunan kampus Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, pada Sabtu (10/10). Proyek tahap pertama senilai sekitar Rp50 miliar ini ditargetkan rampung pada Agustus 2027 dan direncanakan mendukung perkuliahan jenjang S1, S2, hingga S3.
Pembangunan kampus yang berlokasi di Jalan Mr Iskandar, Kelurahan Mlangsen, Kecamatan Blora, tersebut diawali dengan peletakan batu pertama secara simbolis. Pada tahap awal, UNY memprioritaskan pembangunan gedung Direktorat sebelum melanjutkan pengembangan fasilitas lainnya.
Selain ruang untuk kegiatan akademik dan administrasi, kawasan kampus ini direncanakan memiliki fasilitas olahraga, mulai dari gedung olahraga (GOR) dan kolam renang hingga fasilitas sports science. Pengembangan tersebut diharapkan dapat mendukung kegiatan pendidikan sekaligus membuka peluang pembinaan olahraga di Blora dan sekitarnya.
Bupati Blora Arief Rohman menyambut pembangunan kampus UNY sebagai upaya memperluas kesempatan masyarakat untuk menempuh pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan daerahnya. “Bersama Pak Rektor UNY dan juga ini Direktur UNY Kampus Blora hari ini kita melakukan groundbreaking ya untuk pembangunan Kampus UNY yang ada di Blora, Ini menjadi mimpi kita bersama untuk peningkatan sumber daya manusia Blora dan sekitarnya,” ujar Arief seperti dikutip dai Blorakab.
Ia berharap kehadiran UNY dapat memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus mendukung perkembangan daerah. Pemerintah Kabupaten Blora juga mengapresiasi kerja sama yang telah terjalin dengan pihak universitas. “Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Blora, atas nama masyarakat Kabupaten Bora, mengucapkan apresiasi, terima kasih penghargaan setinggi-tingginya kepada Pak Rektor, beserta Jajaran, atas terwujudnya mimpi kita bersama,” tambahnya.
Pengembangan Kampus UNY Blora tidak hanya mencakup pembangunan gedung perkuliahan. Berdasarkan desain kawasan yang diperlihatkan dalam kegiatan tersebut, fasilitas olahraga menjadi salah satu bagian yang direncanakan untuk dikembangkan pada tahap berikutnya.
Arief menyebut sejumlah fasilitas yang berpotensi hadir, antara lain kolam renang, GOR, dan pusat olahraga. Bidang olahraga juga masuk dalam pilihan program studi yang berpeluang dibuka di kampus tersebut, bersama pariwisata dan program pascasarjana.
“Ini rencana nanti akan dibuka jurusan yang memang diminati seperti olahraga, mungkin juga wisata, dan jurusan yang termasuk pascasarjana, ini akan dibuka di sini oleh Pak Rektor.Kita lihat ini desain gedungnya, terus ada gambar seperti kolam renang, terus mungkin nanti ada GOR, ada sport center yang ada di sini,” paparnya.
Rencana tersebut masih perlu ditindaklanjuti dalam pengembangan kampus. Karena itu, fasilitas olahraga dan pilihan program studi yang disebutkan pemerintah daerah belum dapat dipastikan seluruhnya akan tersedia sejak tahap awal operasional.
Rektor UNY Sumaryanto menjelaskan, kawasan ampus yang disiapkan memiliki luas lebih dari delapan hektare. Pembangunannya akan dilakukan secara bertahap, menyesuaikan kebutuhan perguruan tinggi yang menaungi berbagai bidang keilmuan.
“8 hektare lebih, karena tidak hanya nanti gedung direktorat, etapi akan diikuti gedung-gedung lain yang in-line dengan tata kelola lembaga yang multidisiplin ilmu, Juga fasilitas sports science dan lain sebagainya, yang next time, Insya Allah mohon doa restu bisa kami teruskan pembangunannya,” terang Sumaryanto.
Ia menyebut gedung tahap pertama ditargetkan selesai pada Agustus 2027. Setelah pembangunan tersebut rampung, kampus direncanakan mulai digunakan untuk kegiatan perkuliahan. “Nanti selesai Insya Allah bulan Agustus 2027 sehingga tahun depan sudah dipakai kuliah S1, S2, S3,” jelasnya.
Sumaryanto berharap keberadaan kampus dapat memudahkan masyarakat Blora dan daerah sekitarnya dalam mengakses pendidikan tinggi. Menurutnya, kegiatan pendidikan juga berpotensi mendorong aktivitas ekonomi lokal. “Karena apa, sekolah nggak usah jauh-jauh, cukup di Blora roda pendidikan, roda ekonomi dasar Insya Allah nanti bersama-sama UNY siap bekerja sama” imbuhnya.
Anggaran Tahap Pertama Rp50 Miliar
Bersambung ke halaman selanjutnya –>






