Anggaran Tahap Pertama Rp50 Miliar
Pembangunan awal Kampus UNY Blora didukung anggaran sekitar Rp50 miliar yang bersumber dari Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) UNY Tahun 2026. Sumaryanto menyampaikan bahwa pekerjaan awal tidak hanya mencakup pembangunan gedung, tetapi juga penyiapan lahan.
Menurutnya, penataan lokasi sebelum pembangunan telah menghabiskan dana hampir Rp2 miliar. “Alhamdulillah tahap pertama pembangunan gedung dengan harga Rp 50 miliar diawali penataan tempat ini sebelum dilakukan pembangunan ini sudah kira-kira menghabiskan hampir Rp 2 miliar sendiri,” rincinya.
Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, pekerjaan pembangunan Gedung Kampus UNY Blora menggunakan nomor Surat Perintah Kerja (SPK) 10.06.01/DST/UN34.6/PL/KONTRAK/2026, yang diterbitkan pada 6 Oktober 2026. Durasi pelaksanaan proyek tercatat selama 301 hari kalender.
PT Anugerah Wahyu Prima bertindak sebagai kontraktor pelaksana melalui kerja sama operasi (KSO), sementara pengawasan proyek dilakukan PT Saranabudi Prakarsaripta. Adapun perencanaan pembangunan melibatkan KSO PT Adjisaka Konsultan Teknik dan PT Elcentro Engineering Consultant.
Rektor UNY turut meminta dukungan pemerintah daerah dan masyarakat agar pembangunan kawasan kampus dapat berlanjut sesuai rencana. “Untuk yang akan kita bangun tahap pertama gedung Direktorat maka dengan segala hormat Pak Bupati dan Tokoh Masyarakat di Blora, izinkanlah secara tulus kami mohon doa restu sinergitas ini kita optimalkan,” paparnya.
Dalam penjelasannya, Sumaryanto juga menyebut aset yang digunakan dalam pengembangan kampus tetap menjadi bagian dari aset negara. Sambil menunggu pembangunan gedung baru selesai, kegiatan awal UNY Kampus Blora direncanakan berlangsung di bangunan bekas Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Blora.
Bangunan tersebut akan digunakan untuk menunjang kegiatan perkuliahan dan administrasi. Direktur UNY Kampus Blora Ngatman mengatakan persiapan penggunaan gedung telah dilakukan, termasuk memeriksa kesiapan ruangan untuk kegiatan akademik dan perkantoran.
Pemanfaatan bangunan tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian pinjam pakai barang milik daerah untuk digunakan UNY Kampus Blora. “Mulai berkantornya kemarin sudah, kemarin saya sudah sempat ke ruangan juga, mengecek kesiapan ruang perkuliahan dan ruang untuk administrasinya,” paparnya
Sebelum pembangunan dimulai, proses penjaringan lokasi PSDKU UNY disebut melibatkan lebih dari 10 kabupaten/kota pada tahap awal. Lima daerah kemudian masuk tahap seleksi, yakni Blora, Purworejo, Lombok Utara, Musi Rawas, dan Siak. Prosesi peletakan batu pertama dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Blora, pimpinan UNY, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta sejumlah pejabat daerah dan universitas.
Kegiatan tersebut turut diisi penandatanganan perjanjian pinjam pakai, penekanan sirene sebagai tanda dimulainya pembangunan, dan sejumlah kegiatan bersama. Dengan dimulainya pembangunan gedung tahap pertama, UNY dan Pemerintah Kabupaten Blora menargetkan pengembangan kampus dapat memperluas akses pendidikan tinggi di wilayah tersebut.
Keberlanjutan pembangunan fasilitas dan pembukaan program studi akan menjadi bagian penting dalam mewujudkan rencana tersebut.






