More

    Mahasiswa Internasional Memilih Kuliah di Indonesia, Apa Daya Tarik Kampus Tanah Air?

    Beasiswa dan Program Internasional

    Dukungan pembiayaan juga menjadi salah satu instrumen penting untuk menarik mahasiswa asing. Pemerintah Indonesia menyediakan sejumlah skema beasiswa bagi mahasiswa internasional, salah satunya Kemitraan Negara Berkembang (KNB) yang ditujukan bagi warga negara dari negara berkembang.

    Selain beasiswa pemerintah, sejumlah perguruan tinggi menawarkan bantuan pembiayaan melalui program masing-masing. Universitas Indonesia, misalnya, menyediakan beberapa skema beasiswa bagi mahasiswa internasional, termasuk untuk jenjang pendidikan bergelar.

    - Advertisement -

    Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi juga mengembangkan Indonesia Global Talent Service (IGTS), sebuah portal informasi yang mempertemukan calon mahasiswa internasional dengan perguruan tinggi, program studi, dan peluang beasiswa di Indonesia.

    Portal tersebut mencantumkan lebih dari 500 program studi dan lebih dari 30 perguruan tinggi. Calon mahasiswa dapat mencari informasi mengenai pilihan universitas, jenjang pendidikan, pendanaan, hingga persiapan sebelum datang ke Indonesia. Di tingkat kampus, program kelas internasional dan kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri turut membuka jalur bagi mahasiswa asing. 

    Program tersebut memungkinkan mahasiswa memperoleh pengalaman pembelajaran dengan standar dan jejaring akademik lintas negara. Keberadaan mahasiswa internasional juga membawa perubahan bagi kehidupan kampus. Interaksi antara mahasiswa lokal dan mahasiswa asing membuka kesempatan untuk bertukar pengetahuan, memahami perspektif berbeda, serta membangun jejaring lintas budaya.

    Di UIN Jakarta, misalnya, mahasiswa internasional yang menempuh pendidikan pada 2024 tercatat berasal dari 19 negara. Salah satunya Fatou Sanneh, mahasiswa Program Studi Manajemen asal Gambia. Fatou memilih UIN Jakarta setelah keluarganya memperoleh informasi mengenai keberhasilan alumni kampus tersebut dalam membangun karier. 

    Ia juga tertarik pada perpaduan pendidikan akademik dan nilai-nilai keislaman yang diterapkan di lingkungan kampus. “Saya sangat terkesan karena hampir di setiap sudut kampus terdapat fasilitas untuk beribadah. Lingkungan seperti ini membuat saya merasa nyaman,” tuturnya.

    Dukungan teman dan dosen turut membantu proses adaptasinya. Namun, seperti mahasiswa internasional lainnya, Fatou mengakui bahwa bahasa menjadi salah satu tantangan terbesar selama menjalani perkuliahan. Pengalaman Solahuddin dan Fatou memperlihatkan bahwa daya tarik kampus Indonesia tidak selalu berangkat dari reputasi akademik atau fasilitas pendidikan. 

    Kedekatan budaya, lingkungan sosial, serta kesesuaian nilai juga dapat memengaruhi keputusan mahasiswa dalam menentukan tempat belajar.

    Tantangan Meningkatkan Daya Saing

    Bersambung ke halaman selanjutnya –>

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here