More

    UNJA Perkuat Kolaborasi Internasional, Dorong Solusi Riset untuk Ketahanan Pangan dan Lingkungan

    International Academic Collaboration Meeting Universitas Jambi bersama Guizhou University dan International Plant Protection Cooperation Organization (IPPCO), Rabu (29/4). (Foto: Foto: Muhammad Cahyo.W/ unja.ac.id)

    JAMBI, KabarKampus – Universitas Jambi (UNJA) terus memperluas jejaring akademik global melalui penyelenggaraan International Academic Collaboration Meeting bersama Guizhou University dan International Plant Protection Cooperation Organization (IPPCO), Rabu (29/4). 

    Forum ini menjadi langkah strategis dalam membangun kolaborasi lintas negara di bidang pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pimpinan UNJA, di antaranya Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Hubungan Masyarakat, dan Sistem Informasi Prof. Dr. Revis Asra, Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Hafrida, serta Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Umum Prof. Dr. Ir. Depison. 

    Hadir pula delegasi internasional seperti Prof. Jian Wu dari Guizhou University, Prof. Lian-Sheng Zang dari IPPCO, dan Dr. Yong Ming Chen. Dalam sambutannya, Prof. Revis Asra menegaskan bahwa pertemuan ini bukan sekadar agenda formal, melainkan pijakan awal menuju kerja sama berkelanjutan yang lebih konkret.

    - Advertisement -

    “Pertemuan ini bukan sekadar forum silaturahmi akademik, tetapi juga menjadi momentum penting untuk membangun kolaborasi strategis yang berkelanjutan. Universitas Jambi berkomitmen untuk terus membuka ruang kerja sama global demi meningkatkan kualitas pendidikan, riset, dan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya seperti dikutip dari Jambi Link.

    Ia menambahkan, kemitraan global menjadi kunci dalam meningkatkan mutu perguruan tinggi sekaligus menghadirkan solusi nyata atas berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat. Kerja sama ini tidak berhenti pada tataran wacana. 

    UNJA mendorong kolaborasi berbasis riset yang relevan dengan kebutuhan lokal, termasuk isu ketahanan pangan dan perubahan iklim yang berdampak langsung pada sektor pertanian. Executive Director IPPCO, Prof. Lian-Sheng Zang, menekankan bahwa tantangan global saat ini tidak dapat diselesaikan secara parsial oleh satu negara.

    “Ketahanan pangan global dan keamanan lingkungan tidak dapat dijaga oleh satu negara saja. Tantangan seperti perubahan iklim, penyebaran patogen, dan peningkatan perdagangan internasional menuntut adanya kolaborasi lintas negara yang kuat, terutama dalam bidang perlindungan tanaman,” jelas Prof. Lian-Sheng Zang.

    IPPCO sendiri merupakan platform internasional yang berfokus pada perlindungan tanaman guna menjaga keseimbangan ekosistem dan keberlanjutan pangan global.

    Sorotan Isu Lokal: Krisis Tanaman Duku di Jambi

    Bersambung ke halaman selanjutnya –>

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here