More

    Mahasiswa Layangkan “Kartu Kuning” ke Wamendiktisaintek, Soroti Akar Masalah Pendidikan

    BEM SI Kerakyatan geruduk Kemendiktisaintek, Senin (4/5). (Foto: Lilis via suara.com)

    JAKARTA, KabarKampus – Aliansi mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Kerakyatan menggelar aksi demonstrasi dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional di depan Gedung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Jakarta, Senin (4/5). 

    Dalam aksi tersebut, mahasiswa memberikan kartu kuning kepada Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Fauzan, sebagai bentuk kritik terhadap kebijakan pendidikan nasional. Aksi ini melibatkan berbagai elemen mahasiswa, termasuk BEM Universitas Indonesia (UI), BEM SI Kerakyatan, serta Cipayung Plus. 

    Mereka membawa sejumlah tuntutan yang menyoroti persoalan mendasar dalam sistem pendidikan, mulai dari komersialisasi pendidikan hingga isu kesejahteraan tenaga pendidik. Salah satu mahasiswa UI yang turut dalam aksi menyampaikan bahwa simbol kartu kuning merupakan bentuk peringatan terhadap kementerian yang dinilai belum menyentuh akar persoalan pendidikan.

    - Advertisement -

    “Kami dari BEM Se-Kerakyatan Indonesia memberikan kartu kuning dan juga ini adalah warning bagi Kemendiktisaintek dan juga Dikdasmen yang memang secara program tidak pernah menyentuh akar masalah daripada pendidikan,” ujarnya di hadapan Wamendiktisaintek seperti diktuip dari Liputan 6.

    Ia juga menilai bahwa hingga saat ini belum ada langkah konkret yang mampu menyelesaikan persoalan fundamental di sektor pendidikan.  “Tidak ada satupun program dari kementerian, hasil kerja konkrit dari kementerian yang berbicara pengentasan permasalahan terkait hal tersebut,” lanjutnya.

    Menanggapi aksi tersebut, Fauzan turun langsung menemui massa dan berdialog dengan perwakilan mahasiswa. Ia menyatakan bahwa berbagai tuntutan yang disampaikan sejalan dengan komitmen pemerintah dalam memperbaiki sistem pendidikan nasional.

    “Saudara-saudara sekalian, apa yang Saudara jadikan sebagai tuntutan adalah tekad kami bersama. Kementerian Pendidikan Tinggi juga memiliki atensi kuat dalam rangka untuk memerangi kecurangan-kecurangan, perilaku-perilaku yang dianggap bertentangan dengan moral etik bangsa Indonesia,” ujar Fauzan seperti dikutip dari Asatu News.

    Ia juga mengajak mahasiswa untuk tetap aktif menjalankan peran sebagai pengawas sosial (agent of control) dalam dunia pendidikan, khususnya di lingkungan perguruan tinggi. “Saya berharap saudara-saudara tetap menjadi agent of control dalam apa, dalam perjalanan pendidikan khususnya pendidikan tinggi,” jelasnya.

    Selain itu, Fauzan membuka ruang komunikasi lebih luas dengan mahasiswa, termasuk memberikan akses langsung untuk berdialog lebih lanjut di lingkungan kementerian. “Mari kita jadikan bersama-sama kampus sebagai benteng moral, benteng etik, sehingga saudara-saudara yang ada di kampusnya masing-masing jik memang di situ menengarai ada perilaku yang kurang berkenan, yang dianggap menyimpang dari etika moral, saya persilakan Saudara berkomunikasi langsung,” sambungnya.

    Klarifikasi Isu dan Komitmen Kebijakan

    Bersambung ke halaman selanjutnya –>

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here