More

    Kantin UIN Saizu Purwokerto Raih Sertifikat Zona KHAS

    Penyerahan sertifikat Zona KHAS dari Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) kepada Rektor UIN Saizu Purwokerto, Prof. Ridwan, pada Jumat (4/9). (Foto: uinsaizu.ac.id)

    PURWOKERTO, KabarKampus – Kantin Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto kini resmi menjadi bagian dari Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (Zona KHAS). Pengakuan tersebut menjadi langkah kampus dalam memastikan layanan kuliner bagi sivitas akademika memenuhi prinsip kehalalan sekaligus memperhatikan keamanan dan kesehatan pangan.

    Status tersebut ditandai dengan penyerahan sertifikat Zona KHAS dari Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) kepada Rektor UIN Saizu Purwokerto, Prof. Ridwan, pada Jumat (4/9). Penyerahan berlangsung di Area Parkir Kolam Retensi Purwokerto dalam rangkaian kegiatan Selaras x Festival Literasi Eks Karesidenan Banyumas yang digelar oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto pada 4–6 September 2026.

    Sertifikat tersebut ditandatangani Direktur Bisnis dan Kewirausahaan Syariah KNEKS, Ir. Putu Rahwidhiyasa, MBA, CIPM. Bagi UIN Saizu, pengakuan ini tidak sekadar menjadi pencapaian administratif. Keberadaan Zona KHAS diarahkan untuk membangun lingkungan kuliner kampus yang mampu memberikan rasa aman dan kepercayaan kepada mahasiswa, dosen, maupun tenaga kependidikan yang setiap hari menggunakan fasilitas tersebut.

    - Advertisement -

    Rektor UIN Saizu Purwokerto, Prof. Ridwan, mengatakan pengembangan kantin halal menjadi salah satu langkah untuk menghadirkan ekosistem kampus yang selaras dengan nilai-nilai syariah. “Ini adalah komitmen UIN Saizu dalam membangun ekosistem halal, dimulai dari penyediaan makanan di kantin. Kami ingin memastikan seluruh sivitas akademika mendapatkan makanan yang tidak hanya enak, tetapi juga halal, aman, dan sehat,” jelasnya seperti dikutip dari Indie Banyumas.

    Menurut Prof. Ridwan, konsep halal tidak cukup hanya dilihat dari status sertifikasi produk. Aspek keamanan dan kesehatan makanan juga perlu menjadi perhatian agar penerapan prinsip tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat kampus.

    Dengan demikian, pengelolaan kantin tidak berhenti pada penyediaan makanan dan minuman. Prosesnya mencakup perhatian terhadap bahan yang digunakan, cara pengolahan, penyajian, hingga produk dikonsumsi oleh masyarakat. Pendekatan tersebut sekaligus membuka ruang bagi kantin untuk menjadi bagian dari pembelajaran praktis mengenai ekonomi syariah. 

    Mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana nilai-nilai halal diterapkan dalam aktivitas ekonomi yang dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari. Prof. Ridwan menilai keberadaan Zona KHAS juga dapat memperkuat kenyamanan dan kepercayaan sivitas akademika terhadap layanan kuliner di lingkungan kampus.

    “Komitmen UIN Saizu melalui Halal Center lahir untuk menghadirkan kantin halal, aman, dan sehat di Zona KHAS. Ini adalah bagian dari penguatan wisata halal di bidang kuliner sekaligus memperkokoh mata rantai ekonomi syariah,” terang Prof. Ridwan seperti dikutip dari Tribun.

    Halal Center Dorong Keterlibatan UMKM

    Bersambung ke halaman selanjutnya –>

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here