More

    Green Jobs Mulai Jadi Masa Depan, Mahasiswa Perlu Siap dari Sekarang

    Perubahan iklim tidak lagi hanya menjadi pembahasan aktivis lingkungan atau agenda pemerintah. Perubahan menuju ekonomi yang lebih berkelanjutan juga mulai memengaruhi dunia kerja. Berbagai sektor membutuhkan tenaga kerja yang mampu memahami teknologi, beradaptasi dengan perubahan, sekaligus memiliki kesadaran terhadap persoalan lingkungan.

    Dari sinilah istilah green jobs atau pekerjaan hijau semakin sering diperbincangkan. Peluang kerja masa depan tidak hanya akan muncul dari profesi yang secara langsung berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga dari perubahan cara berbagai industri menjalankan bisnis dan aktivitas produksinya.

    Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie baru-baru ini mengajak mahasiswa Indonesia untuk mulai mempersiapkan diri menghadapi perkembangan tersebut. Menurutnya, transisi menuju ekonomi hijau membuka peluang baru bagi tenaga kerja, tetapi peluang itu juga membutuhkan sumber daya manusia dengan kemampuan yang relevan.

    - Advertisement -

    Salah satu kemampuan yang dinilai penting adalah learning to learn, atau kemampuan untuk terus mempelajari hal baru. Dunia kerja berubah semakin cepat sehingga mahasiswa tidak cukup hanya mengandalkan pengetahuan yang diperoleh selama berada di bangku kuliah.

    Mahasiswa juga perlu memiliki kemampuan beradaptasi, keterampilan teknis, serta kemampuan berpikir yang kuat untuk menghadapi persoalan baru. “Pintu kita di Kemdiktisaintek sangat terbuka untuk kita membuat kursus-kursus, metode-metode, workshop-workshop di universitas. Jadi jangan nunggu setelah lulus, tapi waktu mahasiswa kita masih belajar,” ungkap Stella seperti dikutip dari Kompas.

    Selama ini, banyak orang mungkin membayangkan pekerjaan hijau hanya berkaitan dengan profesi seperti ahli lingkungan, pengelola hutan, atau pekerja di sektor energi terbarukan. Padahal, perubahan menuju ekonomi berkelanjutan dapat menciptakan kebutuhan baru di berbagai bidang.

    Sektor energi membutuhkan tenaga kerja yang memahami teknologi energi bersih. Industri konstruksi mulai bergerak menuju konsep bangunan yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Sementara itu, bidang teknologi juga dapat berperan melalui pengembangan inovasi untuk mengurangi konsumsi energi dan mengelola sumber daya secara lebih efektif.

    Bidang bisnis, komunikasi, desain, pertanian, hingga manajemen pun memiliki ruang dalam perkembangan ekonomi hijau. Artinya, mahasiswa dari berbagai jurusan sebenarnya memiliki peluang untuk terlibat. Tantangannya adalah bagaimana setiap orang dapat memahami hubungan antara bidang keilmuan yang dipelajarinya dengan kebutuhan pembangunan yang lebih berkelanjutan.

    Badan-badan internasional seperti International Labour Organization juga menempatkan pengembangan keterampilan sebagai bagian penting dalam transisi menuju ekonomi hijau. Perubahan menuju sistem ekonomi yang lebih berkelanjutan membutuhkan tenaga kerja yang mampu mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan industri baru.

    Kampus Mulai Menyiapkan Talenta Hijau

    Bersambung ke halaman selanjutnya –>

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here