
SURAKARTA, KabarKampus – Universitas Sebelas Maret meningkatkan posisinya dalam pemeringkatan perguruan tinggi negeri ASEAN 2027. Sejalan dengan capaian tersebut, Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS mulai menajamkan kurikulum dan sistem evaluasi pembelajaran untuk memenuhi standar akreditasi internasional AACSB.
Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menempati peringkat ke-12 dalam AppliedEdu Public University Ranking ASEAN 2027. Posisi tersebut meningkat dua tingkat dibandingkan edisi sebelumnya yang menempatkan UNS di urutan ke-14. Di tingkat nasional, UNS juga naik dari peringkat kelima menjadi ketiga di antara perguruan tinggi negeri Indonesia.
Pemeringkatan edisi keempat yang diselenggarakan AppliedEdu ini mencakup 161 perguruan tinggi negeri dari delapan negara anggota ASEAN. Hasil tersebut menjadi salah satu tolok ukur kinerja UNS di tingkat regional, sekaligus memberikan gambaran mengenai sejumlah aspek yang menjadi perhatian dalam penilaian perguruan tinggi.
Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si., menjelaskan bahwa AppliedEdu merupakan lembaga teknologi pendidikan yang berbasis di Singapura dan telah menyelenggarakan pemeringkatan perguruan tinggi sejak 2021. Menurutnya, pemeringkatan tersebut dirancang untuk membantu mahasiswa, orang tua, dan pemangku kepentingan pendidikan tinggi membandingkan kinerja institusi melalui indikator yang telah ditetapkan.
“AppliedEdu Public University Ranking ASEAN 2027 menggunakan enam kriteria utama, yaitu pengajaran dan pembelajaran dengan bobot 40 persen, keterserapan lulusan sebesar 15 persen, penelitian sebesar 15 persen, reputasi institusi sebesar 10 persen, keterlibatan masyarakat sebesar 10 persen, serta internasionalisasi sebesar 10 persen,” terang Prof. Dr. Hartono, seperti dikutip dari situs resmi UNS, Rabu (21/10).
Penilaian tersebut menggunakan data kelembagaan, statistik ketenagakerjaan, bibliometrik, survei mahasiswa, dan survei nominasi sejawat. Data publikasi ilmiah antara lain bersumber dari Google News, Google Scholar, dan Scopus untuk melihat eksposur institusi, produktivitas penelitian, serta dampak karya ilmiah.
Keterserapan lulusan juga menjadi perhatian melalui pengukuran jumlah alumni yang bekerja, berwirausaha, atau melanjutkan pendidikan dalam enam bulan setelah kelulusan. Sementara itu, aspek internasionalisasi antara lain mencakup proporsi mahasiswa dan dosen asing.
Berbeda dari pemeringkatan yang menjadikan inovasi sebagai indikator tersendiri, AppliedEdu menempatkan pengajaran dan pembelajaran sebagai komponen dengan bobot terbesar. Hasil pemeringkatan ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi UNS untuk memperkuat kualitas pendidikan, penelitian, kontribusi sosial, dan jejaring internasional.
FEB UNS Siapkan Kurikulum Menuju Akreditasi AACSB
Penguatan mutu pendidikan juga dilakukan di tingkat fakultas. Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS tengah mempersiapkan akreditasi internasional dari Association to Advance Collegiate Schools of Business (AACSB), lembaga akreditasi yang berfokus pada pendidikan bisnis dan manajemen.
Salah satu langkah yang ditempuh ialah menggelar Workshop Penajaman Competency Goals dan Learning Objectives secara daring pada Kamis (15/10). Kegiatan tersebut diarahkan untuk menyelaraskan kurikulum dan sistem penjaminan mutu pembelajaran atau Assurance of Learning (AOL), terutama dalam pemenuhan standar Learner Success.
Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian FEB UNS, Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., menjelaskan bahwa fakultas telah melewati tahap Business Unit Application (BUA) dan Eligibility Application (EA). FEB UNS kini memasuki tahap awal penyusunan laporan akreditasi dengan membentuk kelompok kerja yang menangani tiga standar, yaitu Learner Success, Strategic Management, dan Impact.
Dengan lima program studi sarjana, tiga program magister, serta satu program doktor dengan tiga peminatan, FEB UNS perlu menyusun pendekatan kurikulum yang sesuai dengan karakteristik rumpun keilmuan masing-masing.
“Saat ini FEB UNS sudah melewati tahapan EA dan masuk dalam tahapan awal akreditasi AACSB. Kami berharap melalui workshop ini dapat memperoleh penajaman dan masukan agar kurikulum pada rumpun bisnis dan manajemen dapat selaras (align) dengan standar global AACSB,” ungkap Prof. Tri Mulyaningsih.
Bersambung ke halaman selanjutnya –>






