More
    HomeKREASISENI BUDAYA

    SENI BUDAYA

    Nuansa Ramadan di Tunisia: Perpaduan Antara Spiritualitas dan Budaya

    Perpaduan antara nuansa spiritual yang khusyuk dengan semaraknya perayaan budaya menciptakan pengalaman Ramadan yang berbeda. Keindahan ini mengajarkan kita bahwa Ramadan tidak hanya soal menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang kebersamaan, tradisi, dan kegembiraan dalam menyambut bulan penuh berkah dan Rahmat-Nya.

    Culture-nesian Day Tampilkan Kekayaan Budaya Indonesia di Tunisia

    Acara budaya yang digelar memamerkan berbagai tarian tradisional, antara lain Geol Denok, Bajidor Kahot, Flying High, dan Zapin. Selain itu, fashion show baju adat juga memamerkan koleksi baju adat dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Baju Adat Aceh, Riau, Lampung, Sunda, dan Minangkabau.

    Menjelajah Warisan: Ubud Festival Umumkan Tema 2025

    Festival kuliner paling dinanti di Bali kembali bakal hadir pada 30 Mei hingga 1 Juni 2025. Dengan tema Heritage dalam perayaan tahun ke-10, festival ini menyoroti kekayaan budaya kuliner Indonesia dan mengeksplorasi bagaimana tradisi terus menginspirasi perkembangan dunia kuliner di tanah air.

    Butet Kertaredjasa: Wirid!

    Inti dari koleksi ini adalah WIRID!—praktik meditasi refleksi diri dan penyembuhan yang menjembatani alam spiritual dan fisik. Melalui tindakan berulang-ulang menulis namanya, Butet merangkul kepercayaan Manutiras dalam interaksi antara tindakan spiritual dan hasil material, yang membangkitkan kesadaran tubuh dan jiwa. Ritual mendalam ini memicu kreativitasnya, menawarkan wawasan tentang imajinasi di balik karya seninya yang transformatif.

    Menikmati Kemegahan Karya Seni di NuArt Gallery

    Salah satu tempat artistik yang wajib dikunjungi ialah Nuart Sculpture Art. Bangunan galeri yang didirikan pada tanah seluas tiga hektar ini memiliki koleksi patung, lukisan, serta beberapa karya seni lainnya yang sangat menarik untuk dikunjungi.

    Pakar Budaya UI: Akulturasi Budaya China Sumbang Keragaman Indonesia 

    Menurut Pakar budaya China, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB), Universitas Indonesia (UI), Dr. Rahadjeng Pulungsari Hadi, M.Hum., generasi muda etnis China tidak lagi terikat pada trauma-trauma politik, mereka lebih bebas mengekspresikan diri dan lebur dalam masyarakat.

    Tan Malaka dan Teater Pantai Selatan

    Tan Malaka memiliki grup Teater yang bernama Pantai Selatan. Grup teater ini dibentuk ketika beliau berada di Bayah, Banten era penjajahan Jepang. Beliau masih menggunakan nama saraman Iljas Husein. Saat itu beliau menjabat Ketua Badan Pembantu Keluarga Pembela Tanah Air (PETA).

    KABAR LAINYA