More
    HomeUTAMA

    UTAMA

    Kelompok Sanur

    Kalau bank dan korporat kapitalis mendapat Modal Penyertaan dan Dana Penempatan mustinya koperasi juga. Jika bank bangkrut ditalangi negara maka mustinya ke koperasi juga. Demikian seterusnya untuk hal-hal lain.

    Polemik Partai Mahasiswa Indonesia di Tengah Polarisasi Narasi dan Aksi

    Dialog yang cukup alot juga terjadi ketika penanggap menyayangkan sikap Eko yang pada awal kemunculan partai ini ia tidak keluar untuk menjelaskan kepada khalayak dan terutama Mahasiswa

    Terancam Digusur, Ulama Hingga Aktivis Siap Turun Menjaga Makam Syeh Ki Buyut Jenggot

    Ulama hingga aktivis di Kota Tangerang dan Provinsi Banten mulai gelisah dengan adanya isu pembongkaran dan pemindahan Makam Syeh Ki Buyut Jenggot (Tubagus Rajasuta bin Sultan Ageng Tirtayasa) di Kelurahan Panunggangan Barat, Kota Tangerang.

    Dinamika Inflasi di Indonesia Terhadap Keamanan Dalam Perspektif Liberal

    Di Indonesia, gejolak terkait isu perekonomian masih menjadi fokus utama untuk dapat mengukur indikasi keberhasilan pembangunan dalam menciptakan kesejahteraan rakyat serta negara. Tingkat presentase rata-rata harga barang dan jasa Indonesia dapat dibilang belum sepenuhnya stabil.

    Diplomasi Budaya Melalui Indonesia Arts and Culture Scholarship (IACS)

    Perbedaan dan keragaman merupakan satu kesatuan yang dapat membentuk dunia. Dengan menanamkan konsep serta nilai Bhinneka Tunggal Ika kepada anak-anak muda diharapkan pesan perdamaian dunia tersalurkan.

    Cegah Stunting Melalui Inovasi Karya Telkom University

    Sistem yang diusung oleh tim Telkom University pada Program Matching Fund (MF) skema Kedai Reka tahun 2021 ini diberi nama “e-Growth Chart Monitoring System” atau EGCMS v.2.0 dimana sistem ini dapat memudahkan kader posyandu dalam melakukan pengukuran berat badan dan tinggi badan (TB dan BB) dalam sekali ukur saja.

    Ekonomi Warisan Kolonial

    Hingga hari ini ternyata struktur ekonomi Indonesia tetap sama. Pelaku ekonomi kita ternyata 99,9 persen atau 64 juta hidupnya bergantung dari usaha skala mikro kelas gurem dan usaha kecil yang hanya kuasai ekonomi kurang lebih 18 persen. Sisanya adalah 0,1 persen terdiri dari usaha menengah dan besar yang kuasai hingga 82 an persen ekonomi kita.

    KABAR LAINYA