More

    Ricuhnya Kalau Ngomong di TV One

    29 06 2013 munarman saling tunjuk dg tamrin
    Thamrin Amal Tomagola dan Munarman saling tunjuk dan bentak saat acara talkshow “Apa Kabar Indonesia Pagi” TV One yang disiaran secara langsung.

    Frino Bariarcianur

    Insiden penyiraman air teh yang dilakukan oleh Munarman, juru bicara FPI ke arah Prof. Dr. Thamrin Amal Tomagola, Sosilog Universitas Indonesia, sungguh perbuatan tercela. Program acara “Apa Kabar Indonesia Pagi” TV One menunjukkan bahwa orang di dalam layar kaca khususnya TV One, memang dalam kondisi yang tidak baik. Ini kabar buruk.

    Alih-alih ingin mencari jalan terang, diskusi untuk mencari solusi malah menimbulkan persoalan baru.

    - Advertisement -

    Di tayangan tersebut ke-4 orang yakni Winny Charita (presenter), Thamrin Amal Tomagola, Munarman dan Arief Fadhil (presenter paling kanan) tidak menunjukkan bagaimana seharusnya adab bicara. Kedua narasumber, baik sang profesor juga jubir FPI saling tunjuk dan membentak. Presenternya pula beberapa kali memotong pembicaraan narasumber yang belum selesai bicara. Dan aksi Munarman menutup perdebatan sengit.

    Tema diskusi akhirnya lenyap. Publik pun menerima persoalan tambahan. Persoalan lama sebenarnya tapi masih saja tergambar jelas di depan mata, soal kekerasan.

    Melihat kericuhan di layar kaca, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) pun bersikap. “Ini pelajaran buat TV One untuk memilih narasumber,” kata Ezki Tri Rezeki Widianti, Wakil Ketua KPI.

    Menurut KPI, pihak TV One harus mendefinisikan kembali siapa yang layak menjadi narasumber yang sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) tentang pemilihan narasumber, terutama untuk acara live. “Mengundang FPI itu hanya mencari sensasinya saja daripada muatan pengetahuan,” ujar Ezki seperti dilansir MERDEKA.COM.

    TV One harus memilih narasumber yang tepat. Kalau boleh ditambahkan bertobat agar lebih memartabatkan dunia penyiaran televisi di Indonesia.

    Sementara Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) bersama 15 kantor LBH se-Indonesia juga meminta kepada TV One untuk tidak memberikan panggung kepada pelaku kekerasan yakni Munarman. Menurut YLBHI, tindakan Munarman yang menyiramkan air teh ke wajah Thamrin Amal Tomagola berpotensi mengancam dan menimbulkan ketakutan publik.

    “Kami menuntut kepada TvOne untuk meminta maaf dan tidak lagi mengundang narasumber seperti Munarman yang jelas-jelas telah berulang kali melakukan kekerasan dan diputus bersalah oleh Pengadilan,” kata Alvon Kurnia Palma, Ketua Badan Pekerja YLBHI, dalam pernyataan tertulisnya.

    Meski YLBHI akan membantu Thamrin untuk memperkarakan Munarman, tapi sang profesor malah menyatakan ia tak ingin melawan preman. Pihak kepolisian juga tak menangkap Munarman yang telah melakukan tindakan “mengancam rasa aman” dan perbuatan tak menyenangkan itu. Bisa jadi polisi lebih suka menunggu ketimbang bereaksi cepat.

    Apa yang disangkakan YLBHI, bisa jadi benar. Publik telah menjadi takut di ruang demokrasi. []

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here