More

    Bahaya Gangguan dari Ponsel Ketika Berjalan Kian Memprihatinkan

    ABC AUSTRALIA NETWORK

    Otoritas Jalan Adelaide (RAA) mengatakan sikap mengutamakan kesenangan diri sendiri seperti ber-sms dan mendengarkan musik dengan headphone di jalan sangat membahayakan. (Credit: ABC)
    Otoritas Jalan Adelaide (RAA) mengatakan sikap mengutamakan kesenangan diri sendiri seperti ber-sms dan mendengarkan musik dengan headphone di jalan sangat membahayakan. (Credit: ABC)

    Lebih dari setengah anak muda mengaku paham dan sadar mengenai bahaya berjalan sambil menggunakan headphone tapi kebanyakan dari mereka masih tetap melakukan hal yang beresiko tersebut.

    Kesimpulan itu dirilis Otoritas Jalan Raya Adelaide (RAA) berdasarkan survey tahunan mengenai Proram Jalan Pintar terhadap 7 ribu orang pelajar di Adelaide pekan ini mengenai beragak isu keamanan di jalan.

    - Advertisement -

    “Kami mendapati 3 dari 5 anak muda yang berjalan sambil mendengarkan musik melalui headphone mengetahui kalau itu bukan hal yang baik, tapi tetap saja mereka masih melakukannya,” kata Manager RAA, Ben Haythorpe.

    Menurutnya sikap mengutamakan kesenangan diri sendiri di jalan masih menjadi bahaya yang besar.

    “Mengutamakan kesenangan diri sendiri seperti ini sering menjadi hal yang sangat membahayakan. Orang berpikir Saya hanya berjalan kaki di trotoar kota yang tidak begitu ramai, tapi sering kali kecelakaan bisa saja terjadi antara mobil dan pejalan kaki yang lengah dengan keadaan sekitar,” katanya.

    Haythorpe mengatakan Program Jalan Pintar ini dapat mengubah sikap dan perilaku seperti itu.

    “Diharapkan lewat program ini kita dapat mendorong orang untuk melepaskan headphonenya dan lebih waspada ketika berjalan. Karena perilaku seperti ini juga tidak adil bagi kendaraan dan orang di sekitar Anda,” katanya.

    Ketua Komisi Kecelakaan Kendaraan, Michael Cornish mengatakan tekanan sosial untuk melakukan sesuatu yang benar umumnya lebih efektif ketimbang memberlakukan aturan yang tegas.

    “Kita tahu orang yang berperilaku seperti itu rentan dan beresiko mengalami kecelakaan, tapi mereka tetap melakukannya karena pengalaman pribadi mereka mengatakan kecelakaan dan hal-hal buruk tidak akan terjadi pada mereka,” katanya.

    “Mereka telah melakukan hal yang beresiko dan salah dalam waktu yang lama dan mereka tidak pernah menghadapi konsekwensi buruk – sehingga mereka meyakini kalau dirinya tidak akan mengalami hal buruk dan itu sifat alami manusia,” katanya.

    Di luar negeri, anjuran serupa juga sedang dikampanyekan dan bahkan dianjurkan untuk memberlakukan denda bagi siapa saja yang ber-sms ketika berjalan dan ada beberapa kota di China yang bahkan menyediakan jalur khusus di trotoar dimana orang dibolehkan berjalan sambil memusatkan pandangan dan perhatian mereka pada layar ponsel mereka.

    “Kita harus selalu memperhatikan apa yang terjadi di sekeliling kita, Saya tidak tahu pasti dengan di Adelaide maupun Australia, apakah kita sudah perlu mengadakan jalur yang ditandai khusus di trotoar bagi pejalan kaki yang ber-sms atau lebih baik memberlakukan ketentuan denda untuk mereka,” kata Cornish.

    Namun sebagian pejalan kaki mengaku tidak benar berjalan sambil menggunakan headphone dan ber-sms akan membuat orang lengah dan tidak menyadari potensi bahaya di sekitarnya. []

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here