More

    Profesor yang Berkantor di Bawah Laut

    Emma Johnston at the Sydney Institute of Marine Science at Chowder Bay.  Supplied: UNSW
    Emma Johnston at the Sydney Institute of Marine Science at Chowder Bay.
    Supplied: UNSW

    ABC AUSTRALIA PLUS

    Profesor Emma Johnston adalah pakar ekologi laut yang sudah banyak mendapatkan penghargaan di Universitas New South Wales di Sydney.

    Pekerjaannya membawa dia sering berada di kedalaman laut di Sydney Harbour dimana dia berinteraksi dengan berbagai binatang laut.

    - Advertisement -

    Dia tertarik mempelajari bagaimana aktivitas manusia mempengaruhi ekosistem laut, dan mencari cara guna mengurangi kerusakan lingkungan di sana.

    Mengapa anda memutuskan untuk menjadi ilmuwan?
    “Saya memutuskan mempelajari sains karena menarik dan memberi kepuasan. Saya suka dengan logika, dan metode penyelidikan sains, dan bagaimana sains menjelaskan segala sesuatu di dunia ini. Saya kira saya akhirnya menekuni karir di bidang sains karena saya senang melakukan praktek di bidang sains, mencoba memecahkan permasalahan dan mencari solusinya.”

    Ketika masih kecil, apa mimpi anda?
    “Ketika masih kecil, saya ingin melakukan banyak hal. Hal pertama yang ingin saya lakukan adalah menjadi guru SD karena saya senang mengajar. Kemudian saya ingin menjadi dokter, psikolog, psikiater, wartawan sains dan akhirnya ilmuwan sains.”

    Menghabiskan waktu anda menyelam di berbagai perairan Australia rasanya seperti pekerjaan impian. Apakah memang sangat enak seperti kedengarannya?
    “Menyelam paling menyenangkan. Ketika berada di bawah laut, rasanya sangat terinspirasi oleh begitu banyaknya binatang yang bergerak. Laut lebih banyak variasinya, dengan kekayaan biologi, dibandingkan ekosistem di darat. Namun melakukan pekerjaan di bawah laut dua kali susahnya dibandingkan melakukan hal yang sama di darat. Juga karena kita tidak punya banyak waktu di laut dari sisi keamanan. Jadi melakukan penelitian menjadi penuh tantangan, misalnya di tempat yang begitu dingin seperti di Antartika.”

    Banyak orang sudah melihat Sydney Harbour, namun tidak banyak yang tahu apa yang ada di bawah permukaan laut. Jadi apa yang menarik dari kegiatan penelitian lapangan anda?
    “Di kawasan Sydney Harbour banyak sekali habitat yang cantik terutama di dekat mulut muaranya, dimana airnya bersih dan tiap hari dibersihkan oleh gelombamg. Di sana, kita bisa menyelam untuk melihat sponge gardens dan kelp forests, kita juga bisa melihat ikan hiu Port Jackson dan singa laut. Semakin kita naik ke muara, kawasan itu sudah berubah karena pemukiman. Kita sudah kehilangan habitat alami, digantikan oleh tanah urukan, dan dinding laut, dan endapan yang sudah menimbulkan kontaminasi. Yang bagusnya adalah sudah ada berbagai usaha dilakukan untuk mengurangi pencemaran, mengembalikan habitat, dan melakukan desain yang lebih bagus bagi pembangunan tepi pantai untuk mengembalikan ke habitat semula.

    Hal apa yang menurut anda perlu diketahui oleh masyarakat umum mengenai kegiatan anda?
    “Saya mengharapkan semua orang mengetahui betapa unik dan beragamanya lingkungan laut kita. Planet biru kita unik karena laut kita memungkinkan kehidupan untuk berkembang dan berkelanjutan. Bila saja semakin banyak orang mengerti karakter fisik dan kimia laut kita, mereka akan semakin menghargai bahwa perubahan ekosistem dan dampaknya terhadap binatang dan tanaman yang hidup di laut yang asin, gelap dan di kedalaman tersebut. Bila manusia terus mengubah keadaan laut secepat seperti sekarang, maka kepunahan akan terjadi dan banyak ekosistem produktif yang akan hilang.”

    Apa yang menyebabkan kegiatan kita di darat mempengaruh apa yang terjadi di bawah laut? Dan mengapa itu terjadi ?
    “Semua yang kita lakukan di daratan mempengaruhi kehidupan bawah laut karena kita hidup dalam sistem habitat yang bertalian satu dengan yang lain. Ketika kita membuat jalan, atau membuat bangunan, kita mengubah pola hujan, yang mempengaruhi air yang mengalir ke laut, dan kita juga meningkatkan kontaminasi. Ketika kita membuat limbah di darat, biasanya kemudian akan berakhir di laut. Ketika dia menebang hutan untuk pertanian, kita meningkatkan sedimen, pupuk dan pestisida yang masuk ke laut. Ketika kita menangkap ikan terlalu banyak, kita mengubah seluruh struktur ekosistem, ketika kita membakar bahan bakar fosil, laut kita harus meresap karbon, sehingga lebih asam. Perubahan iklim membuat kita lebih hangat dan lebih rentan terhadap badai.

    Ada begitu banyak manusia hidup di bumi, dan laut dan saluran air yang sehat adalah kunci kehidupan kita. Kita harus memikirkan hubungan antara daratan dan laut dalam hubungannya dengan seluruh tindakan yang kita lakukan.

    Emma Johnston di Sydney Institute of Marine Science di Chowder Bay  Kiriman: UNSW
    Emma Johnston di Sydney Institute of Marine Science di Chowder Bay. FOTO : UNSW

    Bisakah anda menceritakan pengalaman paling mengesankan ketika bekerja di bawah laut ?
    “Ketika melakukan riset di Antartika, saya pernah bertemu dengan sea leopard. Kami baru saja menyelesaikan penyelaman guna menyelidiki bagaimana perubahan lapisan es Antartika mengubah komposisi binatang dan tanaman di bawah laut. Ketika kami sedang bersiap kembali ke Case Station, seekor sea laeopard mendatangi perahu kami, dan bersikap mengancam. Sea leopard ini sama seperti singa laut dan mereka adalah predator. Binatang ini kemudian membuka rahangnya yang besar dengan nada mengancam. Pada dasarnya, binatang tersebut ingin mengatakan untuk keluar dari habitat mereka.

    Sebagai dosen apa tips penting anda bagi mahasiswa tahun pertama? Adakah hal yang sebenarnya dulu anda ingin ketahui sebelum memulai universitas?
    “Nasehat utama saya bagi mahasiswa tahun pertama adalah pelajari sebanyak mungkin yang anda bisa dari mata kuliah yang ada. Banyak kelompok riset akan melatih anda sebagai relawan untuk membantu anda mengetahui bidang yang ingin anda tekuni lebih mendalam. Juga ada berbagai kegiatan ekstra kurikuler di Universitas, yang akan membantu anda mengetahui dunia lebih luas, dan membangun jaringan. Jadi bergabunglah dengan klub, hadiri seminar gratis, ikut kegiatan olahraga, dan perbanyak teman. Universitas adalah tempat yang sangat khusus untuk belajar, dan jangan merasa terintimidasi. Gunakan segala kesempatan dengan baik.”

    Banyak pelajar internasional mendatangi Australia untuk belajar di universitas. Apa nasehat anda untuk mereka?
    “Kami menyambut baik pelajar internasional, mereka membuat universitas kita menjadi besar karena mereka beragam dan juga bakat akademis yang mereka bawa. Nasehat saya kepada mahasiswa internasional sama seperti nasehat saya kepada mahasiswa lokal. Hanya satu tambahannya adalah saya merekomendasikan para mahasiswa internasional untuk melakukan perjalanan keliling Australia di saat liburan mereka. Ini adalah negara kepulauan yang mengagumkan.

    Apa nasehat anda kepada anda sendiri ketika berusia 15 tahun?
    “Terus lakukan hal yang membuat kamu senang, dan ambil lah tantangan baru walau mungkin ketika pertama kali muncul tampak menakutkan.” []

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here