More

    Virtuous Setyaka Raih Penghargaan “Dosen Paling Produktif 2019”

    Virtuous Setyaka (nomor tiga dari kanan). Dok. Istimewa

    PADANG, KabarKampus – Virtuous Setyaka, Dosen Hubungan Internasional Universitas Andalas (Unand) meraih penghargaan sebagai Dosen Produktif dan Inovatif 2019. Penghargaan ini diberikan LPPM Universitas Andalas (Unand) dalam acara “Penghargaan Paten, Hak Cipta, Buku dan Artikel Media Massa Unand dan Pelatihan Technology Transfer Office (TTO)” yang berlangsung di Gedung Convention Hall Universitas Andalas, Sumatera Barat, Padang, Rabu, (29/01/2020).

    Dr.-Ing. Ir. Uyung Gatot S. Dinata, MT, Ketua LPPM Unand menjelaskan, tujuan dari penghargaan ini adalah agar para dosen tetap produktif dalam berkarya. Semua karya yang dihasilkan nantinya akan bermanfaat bagi dosen itu sendiri, fakultas dan juga universitas.

    “Inovasi dan produktifitas para dosen itu tentu saja berkontribusi pada pembangunan negara dan pemberdayaan masyarakat sesuai cita-cita Unand yaitu mewujudkan kejayaan bangsa,” kata Uyung dalam sambutannya.

    Penghargaan tersebut diberikan kepada dosen-dosen yang dinilai berprestasi dalam berinovasi sehingga mendapatkan hak paten dan hak cipta dari Pemerintah Indonesia. Selain itu, bagi mereka yang produktif dalam menerbitkan buku dan menulis artikel di media massa pun turut mendapat penghargaan dari LPPM melalui Rektor Unand. Sebab, produktif menulis merupakan kinerja yang mencerminkan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pengabdian kepada masyarakat.

    - Advertisement -

    Virtuous Setyaka, merupakan Dosen Hubungan Internasional Unand. Pria yang menginisasi Majelis Dosen Muda Unand ini dalam penghargaan tersebut meraih predikat “Dosen Paling Produktif Media Massa 2019.

    Virtuous Setyaka berharap melalui tulisan-tulisan yang dihasilkannya dapat berkontribusi terhadap revolusi pendidikan. Terutama berpihak kepada rakyat kecil yang selama ini kesulitan mengakses pendidikan tinggi.

    “Saya berharap, mereka yang sedang belajar di perguruan tinggi, semoga menjadi orang-orang yang peduli dan bersolidaritas pada kemanusiaan tanpa batas,” ungkapnya.

    Kemudian kata pria yang akrab disapa Bang Vi ini, bagi yang sudah menyelesaikan kuliahnya harus mengabdi sepenuhnya untuk kejayaan bangsa. Pemerintah Indonesia pun harus terus menciptakan kebijakan pendidikan tinggi yang memerdekakan setiap warga negara dan adil bagi semua penduduk Indonesia.[]

    Penulis: Rifka Silmia Salsabilaanggota Geostrategy Study Club (GSC).

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here