More
    Home RAGAM GAYA HIDUP Mengatasi "Cabin Fever" Saat Isolasi Covid-19

    Mengatasi “Cabin Fever” Saat Isolasi Covid-19

    Ilustrasi / pikpick.com

    Pandemi Covid-19 memaksa banyak orang untuk melakukan aktivitas di rumah. Salah satu persoalan yang timbul adalah dapat memunculkan perasaan terisolasi di dalam ruangan atau merasakan hal negatif selama di rumah.

    Situasi ini menurut Dr. Diana Setiyawati, Kepala Center for Public Mental Health (CPMH) Fakultas Psikologi UGM seperti dikutip dari laman UGM disebut dengan “Cabin fever”. Sebuah istilah untuk mengungkapkan perasaan sedih, sepi, takut, bosan, bingung, dan lesu saat Anda terperangkap atau terkurung di suatu tempat selama beberapa jam atau beberapa hari.

    Namun cabin fever bukanlah diagnosis gangguan jiwa. Bukan juga perasaan bosan pada umumnya. Orang yang mengalami Cabin fever, berbeda dengan perasaan bosan pada umumnya. Orang yang dapat mengalami kelelahan, kesulitan berkonsentrasi, dan keluhan lainnya.

    Diana mengibaratkan, orang yang mengalami cabin fever seperti terjebak di dalam sebuah kabin dan tidak bisa keluar. Tetapi setiap orang mengalami kondisi gejala yang berbeda, juga tingkat keseriusan yang tergantung pada karakter kepribadian, temperamen, dan kemampuan koping yang dimiliki.

    Lalu bagaimana mengatasi cabin fever?

    Ubah Perspektif

    Perasaan cabin fever perlu diatasi, karena dapat mengganggu produktifitas. Salah satunya dengan mengubah perspektif mengenai apa yang dialami. Bahwa apa yang dilakukan saat ini adalah bukan social distancing, melainkan physical distancing.

    Buat Rutinitas

    Kemudian, Diana merekomendasikan untuk membuat rutinitas selama berada di dalam situasi isolasi atau karantina. Diantaranyadengan melakukan aktivitas yang dahulu ingin dilakukan jika memiliki waktu luang, dan membuat pembagian antara pekerjaan atau kewajiban dengan aktivitas lain sebagai sarana hiburan.

    Membangun Koneksi dengan alam dan manusia

    Berhubungan dengan alam dengan membuka jendela, berjemur, atau menyiram tanaman, dan tetap membangun koneksi dengan orang lain dengan memanfaatkan teknologi juga menjadi cara yang baik untuk menghadapi cabin fever.

    Lakukan sesuatu yang menarik

    Orang yang mengalami cabin fever juga bisa mencoba melakukan sesuatu yang baru dan menarik, melakukan aktivitas yang dapat mengaktifkan kerja otak, dan beraktivitas yang menggerakkan fisik seperti olah raga. Ditambah dengan menguatkan keyakinan bahwa setiap masa akan berganti, hal ini dapat membantu mengatasi perasaan-perasaan negatif yang dapat muncul selama menghabiskan waktu di rumah di tengah pandemi.

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here