More
    Home UTAMA OPINI Desa Wisata Sebagai Lokomotif Baru Dalam Pembangunan Ekonomi

    Desa Wisata Sebagai Lokomotif Baru Dalam Pembangunan Ekonomi

    Oleh: Somadi, SE., MM., MT

    Ilustrasi / Perang Tomat di kampung Cikareumbi, Lembang. FOTO : AHMAD FAUZAN

    Perjalanan wisata kini telah menjelma menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi oleh masyarakat seiring dengan gaya hidup yang terus berubah. Kemudian juga, perjalanan wisata memberikan dampak positif bagi orang yang melakukan perjalanan wisata. Dampak positif tersebut antara lain dapat mengurangi stress yang disebabkan karena kesibukan dalam pekerjaan, dapat menenangkan pikiran yang disebabkan karena banyaknya berbagai permasalahan yang dihadapi, dapat membantu untuk menemukan inspirasi, dapat membangun keceriaan dan kebersamaan dengan keluarga atau kerabat, bahkan dapat memulihkan kesehatan.

    Dengan memperhatikan tingginya permintaan masyarakat untuk melakukan perjalanan wisata, hal itu mendorong berbagai pihak untuk membangun destinasi wisata, salah satunya yang dikembangkan oleh pemerintah desa yakni pengembangan Desa Wisata. Desa wisata sendiri merupakan destinasi wisata yang dikelola oleh pemerintah desa yang dibantu oleh masyarakat sekitar. Adapun alasan pembentukan desa wisata yang dilakukan oleh pemerintah desa karena desa wisata mampu menggerakan laju perekonomian masyarakat dan mengurangi tingkat pengangguran yang ada di desa. Sehingga hal tersebut memacu berbagai desa yang ada di Indonesia untuk mulai menggalahkan pengembangan desa wisata.

    Desa wisata menawarkan atraksi yang unik karena menawarkan potensi lokal yang dibalut dengan kreativitas dan aktivitas masyarakat sekitar. Atraksi wisata yang ditawarkan oleh pengelola desa wisata seperti keindahan alam, kesenian dan tradisi masyarakat, makanan khas, aktivitas masyarakat sehari-hari, kreativitas masyarakat, dan berbagai atraksi wisata lainnya.

    Dengan berbagai atraksi yang ditawarkan oleh pengelola desa wisata, seakan-akan wisatawan diajak kembali untuk mengenal dan hidup di desa (back to village). Selain itu, tiket masuk yang ditawarkan oleh pengelola kepada wisatawan tergolong murah dan terjangkau dengan fasilitas yang cukup memadai.

    Tahapan Pengembangan Desa Wisata
    Ada beberapa tahapan yang dapat dilakukan bagi pemerintah desa untuk mengembangkan desa wisata, yakni:

    ⦁ Tahap Perencanaan
    Pada tahap perencanaan, hal pertama yang harus dilakukan yakni melakukan identifikasi potensi dan daya tarik wisata yang dapat ditawarkan kepada wisatawan. Kedua, melakukan penyusunan dokumen perencanaan pengembangan desa wisata (rencana kerja, rencana aksi dan anggaran yang diperlukan serta pihak-pihak yang terlibat dalam pengembangan desa wisata). Ketiga, membentuk pengelola desa wisata. Keempat, pembuatan SOP, peraturan dan kebijakan tata kelola desa wisata. Kelima, melakukan penyusunan peraturan desa (perdes) tentang desa wisata. Keenam, membangun sadar wisata bagi masyarakat sekitar.

    ⦁ Pelaksanaan
    Pada tahap ini, hal yang pertama dilakukan yakni melakukan sosialisasi rencana yang telah dibuat sebelumnya terkait pengembangan desa wisata. Kedua, melakukan pengaturan tata ruang desa wisata yang disesuaikan dengan layout yang telah didesain ketika melakukan perencanaan pengembangan desa wisata. Ketiga, membangun sarana prasarana yang dibutuhkan baik oleh pengelola maupun wisatawan. Keempat, menyiapkan SDM yang handal untuk melayani wisatawan. Kelima, meningkatkan ragam atraksi wisata, layanan dan tata kelola destinasi wisata. Keenam, meningkatkan layanan pendukung wisata, transportasi, informasi, dan akomodasi. Ketujuh, melakukan promosi desa wisata kepada masyarakat. Kedelapan, melakukan kerjasama dengan berbagai pihak seperti agen wisata, penginapan, rumah makan, dan tokoh oleh-oleh. Kesembilan, membangun hubungan dengan pemerintah, lembaga dan masyarakat.

    ⦁ Evaluasi
    Tahap ini dimulai dari pengumpulan data seperti jumlah kunjungan, lama tinggal wisatawan, pilihan atraksi wisata, tingkat kepuasan. Kedua, melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kinerja pengelola, dukungan pemerintah, partisipasi masyarakat, dan kerjasama dengan berbagai pihak. Ketiga, mengidentifikasi dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan adanya pengembangan desa wisata. Keempat, menyiapkan pelaporan terkait pengelolaan desa wisata. Kelima, pengelola melakukan pelaporan dan transparansi kinerja dalam hal pengelolaan desa wisata kepada pemerintah desa, lembaga desa, masyarakat, dan berbagai pihak terkait.

    Bagaimana Pemerintah Mendukung Pengembangan Desa Wisata?

    Untuk mendukung pengembangan desa wisata, pemerintah baik pusat, provinsi maupun daerah dapat bersama-sama membuat dan melaksanakan beberapa kebijakan, antara lain:
    ⦁ Penyediaan infrastruktur meliputi jalan, air bersih, telekomunikasi, listrik, bahan bakar, tempat sampah, transportasi umum, penerangan, dan infrastruktur lainnya.
    ⦁ Melakukan pendampingan dalam hal tata kelola desa wisata.
    ⦁ Mengadakan pelatihan bagi pengelola desa wisata dari segi pengelolaan, penyediaan home stay, penyediaan paket wisata, pengemasan atraksi wisata, kerajinan, tempat makan, dan oleh-oleh.
    ⦁ Menyediakan fasilitas pembiayaan dengan tingkat suku bunga yang lunak seperti KUR, dan dana bantuan pemerintah.
    ⦁ Membantu mempromosikan desa wisata seperti pembuatan website, pusat informasi desa wisata, event, pameran, baliho, dan berbagai media informasi lainnya.
    ⦁ Melakukan pengembangan kemitraan antara pengelola desa wisata dengan dengan agen wisata.

    *Penulis adalah Dosen D4 Logistik Bisnis Politeknik Pos Indonesia dan Mahasiswa Program Doktor Ilmu Manajemen Universitas Pasundan

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here