More
    Home UTAMA PERISTIWA Virtual Reality Solusi Praktikum di Masa Pandemi

    Virtual Reality Solusi Praktikum di Masa Pandemi

    Pandemi Covid-19 memiliki dampak pada dunia pendidikan tinggi. Salah satunya, mahasiswa tidak bisa melaksanakan praktikum di masa pandemi.

    Namun Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) memberikan solusi atas masalah tersebut. Melalui Tim Peneliti FIK UI, mengembangkan sebuah virtual laboratorium berbasis Virtual Reality Simulation (VRS) bagi mahasiswa fakultas keperawatan.

    Laboratorium keperawatan berbasis VRS ini merupakan laboratorium yang menyediakan konten-konten materi praktikum keperawatan yang dapat diakses oleh mahasiswa keperawatan di seluruh Indonesia tanpa batas ruang dan waktu. Pengembangan virtual laboratorium ini diharapkan menjadi solusi praktikum selama masa pandemi, yang menerapkan Pendidikan jarak jauh (PJJ).

    “Semoga dapat menjadi solusi bagi 318 institusi pendidikan keperawatan di seluruh Indonesia untuk menggantikan laboratorium konvensional, sehingga kemampuan psikomotorik mahasiswa keperawatan tetap dapat terpenuhi selama masa pandemi ini,” ujar La Ode, tentang VRS seperti yang disiarkan UI, Senin, (22/02/2021).

    La Ode menjelaskan, pada awalnya alat yang dikembangkannya awal Maret 2020 ini ditujukan untuk memudahkan mahasiswa FIK UI belajar tentang cara perawatan luka post appendictomy di laboratorium. Artinya, mereka merencanakannya sebelum pandemi Covid-19 terjadi di Indonesia.

    Dok. UI

    Namun rupanya pandemi mengakibatkan banyak perubahan pada berbagai sistem kehidupan. Salah satunya di bidang pendidikan. Kemudian VRS adalah salah satu metode yang dapat dijadikan salah satu pilihan metode pembelajaran di masa pandemi.

    Hasil penelitian tim menunjukkan bahwa metode pembelajaran praktikum menggunakan VRS meningkatkan motivasi mahasiswa dalam kegiatan praktikum laboratorium selama masa pandemi Covid-19. “Ada 73,3% mahasiswa yang menyatakan reaksi positif dan merasa antusias setelah mencoba praktikum dengan menggunakan VRS,” kata La Ode.

    Ia berharap, keberadaan virtual laboratorium keperawatan berbasis VRS diharapkan dapat menjadi alternatif untuk mengasah kemampuan psikomotor mahasiswa keperawatan dan menjadi role model virtual laboratorium keperawatan di seluruh Indonesia.[] 

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here