More

    Kampus Baru Segera Hadir di Banjarnegara, Tawarkan Pendidikan Berkualitas dengan Biaya Terjangkau

    Kegiatan silaturahmi di Kampus Putri Ponpes Darul Mukhlasin, Semampir, Banjarnegara. (Foto: panitia RRI)

    BANJARNEGARA, KabarKampus – Akses pendidikan tinggi di Kabupaten Banjarnegara akan semakin terbuka dengan rencana pendirian Institut Agama Islam Banjarnegara. Inisiatif ini digagas oleh Universitas Islam An Nur Lampung sebagai upaya memperluas kesempatan masyarakat dalam mengenyam pendidikan tinggi yang berkualitas dan terjangkau.

    Rencana tersebut disampaikan oleh Rektor Andi Warsino dalam kegiatan silaturahmi dan sosialisasi yang berlangsung di Pondok Pesantren Darul Mukhlasin, Sabtu (28/3). Kegiatan ini dihadiri puluhan calon dosen dan mahasiswa yang menunjukkan antusiasme terhadap kehadiran kampus baru di daerah tersebut.

    Di bawah naungan An Nur Internasional Group, pihak kampus menyatakan kesiapan untuk membidani berdirinya institusi baru dengan konsep pendidikan yang tetap mengedepankan mutu, meskipun biaya yang ditawarkan relatif terjangkau. “Kami ingin membuka akses pendidikan seluas-luasnya. Biaya kuliah kami rancang terjangkau, tapi kualitas tetap menjadi prioritas,” ujarnya seperti dikutip dari Serayu News.

    - Advertisement -

    Institut Agama Islam Banjarnegara direncanakan akan membuka empat program studi, yaitu Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Manajemen Pendidikan Islam (MPI), serta Hukum Keluarga Islam (HKI). Sistem pembelajaran yang diterapkan menggabungkan metode daring dan luring (hybrid) guna memberikan fleksibilitas bagi mahasiswa.

    “Kita rencanakan ada empat jurusan yang kita buka, yaitu Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Manajemen Pendidikan Islam (MPI) dan Hukum Keluarga Islam (HKI). Basis kuliah kita hibrid, artinya daring dan luring. Kita sangat mengutamakan proses pembelajaran dengan biaya yang sangat terjangkau,” jelas Prof Andi seperti dikutip dari RRI.

    Dari sisi pembiayaan, program ini menawarkan biaya yang cukup kompetitif. Untuk jenjang sarjana (S1), total biaya diperkirakan sekitar Rp10 juta, magister (S2) sekitar Rp13 juta, dan doktoral (S3) sekitar Rp36 juta. Meski demikian, pihak kampus menegaskan bahwa standar akademik tetap dijalankan secara disiplin.

    “Setiap semester minimal 12 kali pertemuan harus diikuti. Semua tes wajib dijalani, baik daring maupun luring. Tanpa itu, mahasiswa tidak bisa lulus,” tegasnya. “Kehadiran minimal dalam tiap semester 12 kali pertemuan. Seluruh tahapan harus dijalani. Semua tes dan sub tes wajib diikuti, baik daring maupun luring. Tanpa itu, ya tidak bisa lulus. Bagi para PNS juga jangan khawatir, kita pastikan perkuliahan kita legal dan diakui gelar dan ijazahnya oleh BKN,” tandas Rektor.

    Bersambung ke halaman selanjutnya –>

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here