
BANDUNG, KabarKampus – Viralnya lagu berjudul “Erika” yang dinyanyikan dalam kegiatan Orkes Semi Dangdut (OSD) Himpunan Mahasiswa Tambang Institut Teknologi Bandung (HMT ITB) memicu sorotan luas publik. Video yang memperlihatkan sekelompok mahasiswa menyanyikan lagu tersebut ramai beredar di media sosial sejak Selasa (14/4) malam dan menuai kritik karena dinilai mengandung lirik vulgar serta unsur objektifikasi perempuan.
Isu ini semakin menjadi perhatian karena muncul di tengah polemik dugaan pelecehan seksual yang sebelumnya melibatkan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Banyak pihak menilai fenomena tersebut mencerminkan pentingnya penguatan nilai etika di lingkungan kampus.
Menanggapi polemik tersebut, HMT ITB menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf secara terbuka kepada publik. “Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas beredarnya lagu yang menimbulkan keresahan publik. Kami sangat memahami dan menyadari sensitivitas isu ini dan menyampaikan keprihatinan serta empati kepada masyarakat, khususnya perempuan,” tulis HMT-ITB dalam keterangan resmi.
Dalam penjelasannya, HMT ITB menyebut bahwa lagu tersebut dibawakan dalam kegiatan OSD yang telah menjadi bagian dari organisasi sejak tahun 1970-an, sementara lagu “Erika” sendiri berasal dari era 1980-an. “Kami menyadari bahwa merupakan sebuah kelalaian untuk tetap menampilkan lagu tersebut dengan perkembangan norma sosial dan kesusilaan di masyarakat dewasa ini,” sambung pernyataan HMT ITB.
Namun demikian, pihaknya mengakui adanya kelalaian dalam mempertimbangkan perkembangan norma sosial saat ini. Lebih lanjut, mereka menegaskan bahwa konten dalam penampilan tersebut tidak mencerminkan nilai-nilai yang seharusnya dijunjung tinggi di lingkungan akademik.
Sebagai langkah tindak lanjut, HMT ITB telah berkoordinasi untuk menarik konten dari berbagai platform, termasuk video lama yang kembali beredar. “Kami telah berkoordinasi dengan para pihak terkait untuk segera menurunkan (take down) konten video dan audio dari kanal resmi HMT-ITB serta penghapusan dari akun-akun individu yang terafiliasi, termasuk video tahun 2020 yang beredar di masyarakat,” tulis HMT ITB lagi.
Selain itu, evaluasi internal juga dilakukan guna memastikan kegiatan serupa ke depan lebih selaras dengan nilai etika dan norma yang berlaku. “Kami melakukan evaluasi internal secara komprehensif terhadap konten, pelaksanaan, serta pengawasan kegiatan atas lagu terkait dan lagu yang mengandung unsur serupa serta meninjau kembali standar dan pedoman kegiatan organisasi agar selaras dengan nilai-nilai etika yang berkembang di lingkungan Kampus ITB dan dalam masyarakat,” tutup pernyataan tersebut.
Bersambung ke halaman selanjutnya –>






