Koordinator Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Jawa Barat, Muhamad Risaldi, menyebut aksi kali ini diikuti oleh perwakilan dari 23 kampus di Jawa Barat. “Ini merupakan salah satu bentuk kekecewaan kami dan juga akumulasi kemarahan khususnya dari kami yang seringkali menyuarakan aspirasi yang memang sama sekali tidak didengarkan,” ujar Risaldi seperti dikutip dari Tempo.
Menurutnya, demonstrasi merupakan bentuk akumulasi kekecewaan mahasiswa terhadap berbagai aspirasi yang dianggap belum mendapat respons memadai. Perwakilan KM ITB, Nahdah Nabillah HR, menegaskan bahwa pengawalan terhadap kebijakan pemerintah akan terus dilakukan oleh mahasiswa.
Ia menyoroti pentingnya tanggung jawab fiskal serta evaluasi terhadap sejumlah program pemerintah yang dinilai membebani kondisi keuangan negara. “Kami meng-highlight poin terkait bagaimana langkah-langkah tanggung jawab fiskal untuk dapat memperbaiki tata kelola dan juga hal-hal yang berhubungan dengan program-program ekstraktif, makan bergizi gratis dan juga realokasi anggaran dan pengeluaran untuk mendorong daya beli masyarakat di Indonesia saat ini dan juga untuk manufaktur,” ujarnya.
Selain itu, Nahdah juga menyoroti pentingnya perbaikan komunikasi pemerintah kepada masyarakat. “Dan yang terakhir yang paling penting juga saat ini adalah pemerintah perlu untuk segera memperbaiki koordinasi internal pemerintahan dan juga membangun sistem komunikasi yang efektif karena di masa saat ini kita masyarakat butuh sesuatu yang berbasis data,” ucapnya.
Aksi mahasiswa di Bandung menjadi bagian dari rangkaian demonstrasi yang berlangsung di sejumlah daerah di Indonesia. Selain di Jawa Barat, aksi serupa juga dilaporkan berlangsung di Jakarta, Jawa Tengah, hingga beberapa wilayah di Sumatera dengan beragam isu yang berkaitan dengan kebijakan pemerintah dan kondisi sosial-ekonomi nasional.
Melalui demonstrasi tersebut, mahasiswa berharap pemerintah dapat lebih terbuka terhadap kritik publik, memperkuat tata kelola pemerintahan, serta memastikan setiap kebijakan yang diambil benar-benar didasarkan pada kebutuhan masyarakat dan kajian yang komprehensif.






