Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa lingkungan akademik harus dibangun di atas prinsip saling menghormati, etika, dan keamanan bagi seluruh sivitas akademika. Selain memperkuat penegakan aturan di lingkungan kampus, UI juga terus mendorong peningkatan kompetensi mahasiswa melalui berbagai kegiatan akademik yang relevan dengan kebutuhan industri.
Salah satunya dilakukan oleh Program Studi Manajemen Bisnis Pariwisata Program Pendidikan Vokasi UI yang menggelar kuliah dosen tamu bertajuk Event Risk Management in Mass Gathering: From Planning to Crisis Response pada Rabu (13/5).
Kegiatan yang merupakan bagian dari mata kuliah Manajemen Risiko tersebut ditujukan bagi mahasiswa angkatan 2024. Kuliah menghadirkan Dr. Khairiah Binti Hj. Ismail, Programme Director Bachelor of International Events Management (Hons.) Taylor’s University, Malaysia, sebagai narasumber.
Dalam pemaparannya, Dr. Khairiah menjelaskan bahwa penyelenggaraan acara berskala besar atau mass gathering memiliki tingkat risiko yang tinggi karena melibatkan kerumunan dalam jumlah besar, kondisi yang dinamis, serta berbagai kemungkinan yang sulit diprediksi.
“Risiko dalam sebuah event dapat berasal dari berbagai faktor, mulai dari overcrowding, potensi stampede, cuaca ekstrem, kegagalan teknis, hingga ancaman terhadap kesehatan dan keselamatan peserta. Semua risiko tersebut harus diidentifikasi dan dikelola sejak tahap perencanaan.” ujarnya seperti dikutip dari situs resmi UI.
Menurutnya, proses identifikasi risiko harus dilakukan secara sistematis melalui berbagai instrumen, seperti penggunaan risk matrix, evaluasi kapasitas lokasi, pengaturan jalur akses masuk dan keluar, hingga sistem pemantauan kerumunan.
Bersambung ke halaman selanjutnya –>






