Ia juga menekankan bahwa banyak insiden dalam penyelenggaraan acara sebenarnya dapat dicegah apabila perencanaan dilakukan secara matang dan aspek keselamatan menjadi prioritas utama sejak awal. Selain strategi mitigasi, peserta kuliah juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya penyusunan contingency plan dan respons krisis ketika menghadapi kondisi darurat.
Mahasiswa turut diajak memahami pentingnya evaluasi pasca-kegiatan sebagai bagian dari siklus manajemen risiko. “Perencanaan yang baik bukan hanya tentang bagaimana sebuah acara berjalan lancar, tetapi juga bagaimana tim penyelenggara siap menghadapi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi selama acara berlangsung,” tambahnya.
Evaluasi tersebut berfungsi untuk mengidentifikasi kelemahan penyelenggaraan acara sekaligus meningkatkan kualitas sistem keamanan pada kegiatan berikutnya. Ketua Program Studi Manajemen Bisnis Pariwisata, Anisatul Auliya, S.ST.Par., M.Par., mengatakan bahwa kemampuan mengelola risiko menjadi kompetensi penting yang harus dimiliki calon profesional di industri pariwisata dan event.
“Mahasiswa perlu memahami bahwa penyelenggaraan event memiliki tanggung jawab besar terhadap keselamatan peserta dan keberlangsungan acara. Melalui materi yang disampaikan, yaitu risiko, pengelolaan kerumunan, hingga penanganan krisis, mahasiswa dapat memahami bagaimana standar keamanan dan manajemen risiko diterapkan dalam praktik industri,” ungkap Auliya.
Melalui penegakan disiplin terhadap pelanggaran etik sekaligus penguatan kompetensi profesional mahasiswa, UI menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan akademik yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai tanggung jawab, keselamatan, dan integritas.






