More

    Spanyol Bikin Argentina Tak Sempat Menembak dalam 105 Menit Final Piala Dunia 2026: Lapangan Miring!

    Unai Simón dan Pertahanan yang Hampir Tak Tertembus

    Di balik permainan indah Yamal, Williams, Olmo, dan Rodri, terdapat fondasi yang jauh lebih dingin: pertahanan Spanyol.

    Unai Simón mencatatkan rangkaian 650 menit tanpa kebobolan dalam pertandingan Piala Dunia. Rangkaian itu dimulai sejak Piala Dunia 2022 dan baru dihentikan Charles De Ketelaere dalam laga perempat final melawan Belgia. Simón melampaui rekor lintas-edisi Walter Zenga yang sebelumnya bertahan di angka 517 menit. 

    650 menit berarti 10 jam 50 menit sepak bola tanpa membiarkan lawan mencetak gol.

    Lebih hebat lagi, Spanyol hanya kebobolan satu gol sepanjang delapan pertandingan Piala Dunia 2026. Itu menjadi jumlah kebobolan paling sedikit yang pernah dicatat sebuah tim dalam perjalanan menjadi juara dunia. 

    - Advertisement -

    Namun, rekor tersebut tidak semata-mata lahir dari penyelamatan Simón. Pada final, ia hampir tidak diberi pekerjaan karena rekan-rekannya berhasil mematikan serangan sebelum berkembang. Pertahanan Spanyol dimulai dari tekanan penyerang, diteruskan oleh kontrol gelandang, dan diselesaikan oleh keberanian garis belakang menjaga posisi tinggi.

    Gol yang Sudah Lama Ditulis Statistik

    Ketika Ferran Torres mencetak gol pada menit ke-106, ia seolah hanya meresmikan sesuatu yang telah disampaikan statistik sejak jauh sebelumnya.

    Sembilan belas tembakan berbanding nol. Sepuluh tembakan tepat sasaran berbanding nol. Sembilan sepak pojok berbanding satu. Penguasaan bola 68 persen. Akurasi operan 91 persen.

    Gol itu bukan kebetulan. Ia merupakan hasil dari penguasaan ruang, kesabaran mengedarkan bola, kedalaman bangku cadangan, serta keyakinan untuk terus mengulangi serangan meski berulang kali digagalkan Martínez.

    Torres juga menjadi pemain pengganti kedua yang mencetak gol kemenangan dalam final Piala Dunia. Pemain pertama adalah Mario Götze untuk Jerman pada 2014—juga ke gawang Argentina dan juga pada babak tambahan. 

    Enam belas tahun setelah Andrés Iniesta mencetak gol kemenangan pada menit ke-116 di Johannesburg, Spanyol kembali menaklukkan final melalui gol pada perpanjangan waktu.

    Perbedaannya, pada 2010 dunia menyaksikan lahirnya sebuah kerajaan sepak bola. Pada 2026, dunia melihat kerajaan itu dibangun kembali: lebih muda, lebih cepat, tetapi tetap berpegang pada keyakinan lama bahwa bola adalah pusat kekuasaan.

    Argentina membawa Messi, status juara bertahan, dan pengalaman menaklukkan tekanan terbesar. Namun, selama 105 menit, mereka bahkan tidak diberi kesempatan untuk menembak.

    Papan skor sempat mengatakan pertandingan itu seimbang. Statistik mengatakan sebaliknya. Dan pada menit ke-106, Ferran Torres akhirnya membuat papan skor mengakui kenyataan.

    *Penulis yang kehilangan selera nonton bola sejak Genosida di Palestina. Sama sekali tidak nonton Piala Eropa 2024. Dukung Spanyol di final Piala Dunia 2026 karena tidak ingin Netanyahu merayakan Argentina juara.

    - Advertisement -

    3 COMMENTS

    1. Gak ngerti bola.. Tp, sy dukung Spanyol krn dukungannya terhadapat Palestina, dan saya tahu klo lawannya berteman dengan Trumpet dan Setanyahu.. Hidup Spanyol.. Merdeka Palestina.. Panjang umur perlawanan…✊✊

    2. Semoga kedepan ini menjadi tanda bila di final bola spayol tak memberi ruang tembak argentina, adalah menjadi nyata dalam dunia nyata bahwa dengan bersatunya seluruh dunia membela Palestina membuatnya menutup rapat semua senjata Zionis Israel (tekanan ekonomi, loby-lobby dan tekanan psikologi) hingga kemenangan poros MULTIPOLAR atas Poros unupolar

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here